Sukabumi – Keberadaan proyek peternakan ayam yang berlokasi di Kampung Bondol, Desa Pondokaso Tengah, menuai sorotan dan keluhan keras dari warga setempat. Proyek yang hingga kini dinilai tidak jelas perizinan maupun kepemilikan (owner) tersebut diduga menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Warga mengeluhkan bau menyengat yang menyebar hingga ke permukiman, serta tidak adanya sistem pembuangan limbah yang memadai. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu wabah penyakit dan mencemari lingkungan, terutama saat musim hujan.
“Bau sudah ke mana-mana, limbahnya juga tidak jelas dibuang ke mana. Kami khawatir dengan kesehatan keluarga,” ungkap salah satu warga Kampung Bondol.
Tak hanya persoalan lingkungan, warga juga menyoroti sikap pemilik atau pengelola proyek yang dinilai arogan dan tertutup terhadap masyarakat. Ironisnya, meski proyek tersebut beroperasi di wilayah warga, masyarakat setempat tidak diberi kesempatan bekerja, sehingga keberadaan peternakan ayam itu dianggap tidak memberikan manfaat sosial maupun ekonomi.
Warga mempertanyakan peran dan fungsi FCB (Forum/Tim terkait) yang sebelumnya ditugaskan untuk melakukan pengawasan. Namun hingga kini, proyek peternakan ayam tersebut tetap berjalan tanpa kejelasan, seolah luput dari penindakan maupun evaluasi.
Masyarakat Kampung Bondol mendesak pemerintah desa, kecamatan, hingga dinas terkait untuk segera turun tangan, melakukan pengecekan perizinan, kajian lingkungan, serta penindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran.
“Kami hanya ingin lingkungan kami sehat dan hak warga diperhatikan. Kalau memang tidak sesuai aturan, harus ditertibkan,” tegas warga lainnya.
TEAM















Users Today : 534
Users Yesterday : 574
Users Last 7 days : 4686
Users This Month : 12751