Rapimpurda KNPI Halsel Diduga Ditunggangi Oknum, Dialog Pemuda Berakhir Ricuh

DK86- BREAKING NEWS

HALSELDELIKKASUS86.COM – Dialog kepemudaan yang digelar DPD KNPI Halmahera Selatan di Aula Kantor Bupati Halsel dengan tema “Pemuda dan Tantangan Kepulauan: Mendorong Pembangunan Inklusif Kabupaten Halmahera Selatan”, Selasa (26/8/2025), berakhir ricuh.

Agenda yang awalnya dirancang untuk menampung gagasan para bakal calon Ketua DPD KNPI Halsel justru tidak berjalan sesuai rencana. Suasana memanas ketika mayoritas pemuda menolak melanjutkan dialog karena menilai proses awal Rapimpurda sebelumnya tidak pernah diselesaikan dengan baik.

Ketegangan yang bermula dari adu argumen akhirnya melebar menjadi baku hantam antar peserta. Akibatnya, forum benar-benar terhenti dan tidak dapat dilanjutkan.

Mayoritas peserta bersikeras agar dialog diganti dengan Rapimpurda sebagai mekanisme yang dianggap lebih sah. Namun, sebagian lainnya tetap ngotot agar dialog diteruskan. Perbedaan pandangan inilah yang memicu bentrokan fisik.

Sejumlah pemuda menilai Musda KNPI Halsel kali ini cacat prosedur akibat kelalaian Karateker DPD KNPI Halsel, Ongki Nyong, bersama pengurus KNPI Provinsi Maluku Utara.

“Pada saat Rapimpurda kenapa tidak diselesaikan dengan baik dan sesuai prosedur?” ujar salah satu perwakilan pemuda.

Ia menegaskan, aturan dan prosedur pencalonan Ketua KNPI seharusnya dicantumkan secara jelas, termasuk batas usia calon. Hal itu dinilai penting agar tidak menimbulkan perdebatan. Banyak pemuda Halsel menganggap Karateker KNPI Halsel tidak memahami prosedur organisasi. Terlebih, saat Rapimpurda digelar, Ongki Nyong justru tidak hadir tanpa alasan jelas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Panitia Musda maupun Steering Committee terkait kelanjutan agenda organisasi. Situasi yang menyisakan pro dan kontra ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan ke depan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *