JAKARTA – delikkasus86.com 18 Agustus 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada Senin (18/8/2026).
Ratusan mahasiswa yang mengenakan jas almamater berwarna kuning khas UI bergerak bersama dari arah Jalan Jenderal Sudirman menuju Jalan MH Thamrin. Hingga sore hari, massa aksi masih terlihat tertahan di sekitar depan Gedung UOB.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa berbagai atribut mulai dari poster, banner, hingga bendera. Sejumlah poster memuat tuntutan terkait kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah. Salah satu poster bertuliskan “Stop MBG dan SPPG” sementara poster lainnya menyerukan “Turunkan harga pokok.”
LALIN DAN TRANSPORTASI UMUM TERDAMPAK
Aksi mahasiswa turut berdampak pada arus lalu lintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman menuju Jalan MH Thamrin. Arus kendaraan sempat tersendat akibat pergerakan massa.
Seiring berlangsungnya aksi, akses kendaraan di jalur tersebut ditutup dan arus lalu lintas dialihkan menuju Jalan Bumi arah Tanah Abang.
Dampak juga dirasakan pada layanan transportasi umum. Jalur Transjakarta di sekitar lokasi terpantau ditutup sementara. Sedikitnya delapan bus Transjakarta dan bus antarkota sempat terjebak di jalur tersebut akibat keberadaan massa aksi serta pengamanan yang dilakukan petugas.
Petugas dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi. Sejumlah akses menuju kawasan Bundaran HI juga dipasangi barikade untuk mengatur pergerakan massa dan kendaraan.
8 POIN TUNTUTAN BEM UI
Hingga aksi berlangsung, mahasiswa masih menyampaikan sejumlah tuntutan melalui orasi, poster, dan atribut yang mereka bawa.
Dalam aksi tersebut, BEM UI membawa 8 poin tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah, yaitu:
1. Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
2. Menghentikan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
3. Mewujudkan reforma agraria sejati.
4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
5. Melakukan evaluasi total terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN), serta menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
6. Menghentikan pemusatan kekuasaan, menolak pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah.
7. Menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana.
8. Menghentikan tindakan represif dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan Yonif Teritorial Pembangunan (YON TP).
Aksi BEM UI tersebut menjadi bagian dari penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi.
Di tengah aksi, aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi gangguan keamanan serta kepadatan kendaraan di sekitar Bundaran HI.
Sementara itu, pergerakan massa dan penutupan sejumlah akses jalan membuat pengguna kendaraan di kawasan Sudirman–Thamrin perlu menggunakan jalur alternatif. Kondisi lalu lintas di sekitar lokasi aksi masih bergantung pada perkembangan situasi di lapangan.
















Users Today : 624
Users Yesterday : 911
Users Last 7 days : 5716
Users This Month : 1535