Bojonegoro – DelikKasus86. Sebuah langkah baru yang nanti bisa dirasakan langsung oleh para pegiat UMKM dan pasar pasar Tradisional di kabupaten Bojonegoro yang berdampak adanya pertumbuhan perekonomian yang diharapkan perlahan dan secara signifikan bisa dirasakan semua kalangan pelaku ekonomi. Bentuk dari langkah yang dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro adalah dengan adanya Aplikasi e-Bakul yang di resmikan dan diluncurkan di Pendopo Malowopati Kabupaten Bojonegoro pada hari Rabu, 27 Agustus 2025. Acara peluncuran ini dihadiri oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, dan Ketua TP PKK Cantika Wahono. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemaparan materi bimbingan teknis penggunaan aplikasi e-Bakul kepada para peserta yang hadir.

Di harapkan e-Bakul menjadikan jembatan penghubung antara ASN dan UMKM, dengan satu tujuan utama: menumbuhkan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu Aplikasi e-Bakul menjadi sebuah alternatif dalam inovasi digital yang membawa semangat perubahan dalam pengelolaan belanja Aparatur Sipil Negara (ASN). Platform ini dirancang khusus untuk memantau sekaligus merekap transaksi belanja ASN kepada para pelaku usaha kecil secara transparan dan terukur, jadi bukanlah sekadar aplikasi biasa.

Melalui e-Bakul, ASN tidak hanya menjalankan kewajiban sebagai abdi negara, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam mendukung pertumbuhan usaha kecil. Setiap transaksi yang dilakukan menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Dukungan inilah yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil, membuka peluang baru, serta berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro menyampaikan ajakan untuk berkomitmen bersama dalam mengoptimalkan potensi e-Bakul sebagai penggerak ekonomi lokal. Ia menegaskan bahwa aplikasi ini diharapkan dapat menumbuhkan ekonomi lokal, mendorong kemandirian, serta mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Bupati juga menekankan bahwa semangat Bojonegoro adalah menciptakan perputaran ekonomi lokal yang lebih baik, yang tidak hanya mendorong kemandirian, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda untuk mulai berwirausaha dan membangun kemandirian ekonomi.
Wakil Bupati Bojonegoro menambahkan bahwa e-Bakul diharapkan mampu menjadi solusi nyata bagi tantangan pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan adanya aplikasi ini, belanja para pegawai negeri dapat diarahkan tidak hanya ke sektor ekonomi berjaring besar, tetapi juga ke pelaku usaha kecil yang menjadi bagian penting dari struktur ekonomi masyarakat Bojonegoro.
Inovasi ini semakin kuat karena terintegrasi dengan aplikasi e-TPP ASN. Artinya, belanja ASN kepada pelaku usaha kecil akan tercatat dan berpengaruh langsung terhadap pendapatan TPP mereka. Dengan sistem yang saling terhubung ini, kebijakan belanja ASN tidak lagi bersifat anjuran, melainkan menjadi gerakan kolektif yang berdampak nyata.
Lebih dari sekadar aplikasi, e-Bakul adalah gerakan gotong royong digital. Gerakan yang menumbuhkan kesadaran bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan kepada usaha kecil adalah investasi bagi masa depan Bojonegoro—membangun kemandirian ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata.
Sebanyak 4.681 ASN penerima TPP, yang terdiri dari 2.158 PNS dan 2.523 PPPK, akan terlibat langsung dalam penggunaan aplikasi ini. Jika setiap ASN secara konsisten mendukung usaha kecil melalui e-Bakul, maka akan tercipta perputaran ekonomi lokal yang sehat, berdaya, dan berkelanjutan.
Dengan adanya Aplikasi e – Bakul ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi perekonomian masyarakat khususnya para pelaku UMKM dan pasar pasar tradisional menjadi berkembang merata,sehingga menciptakan sebuah ekosistem yang sehat di Kabupaten Bojonegoro.(BAW)
















Users Today : 495
Users Yesterday : 553
Users Last 7 days : 5683
Users This Month : 8026