Selama liburan Nasional Hari Raya Idul Fitri 2026,Objek Wisata Aek Sipitu Dai dipadati Pengunjung Wisata

DK86- BREAKING NEWS

 

 

 

Delikasus86.Com_Samosir_Objek wisata Aek Sipitu Dai di Samosir dipadati pengunjung,saat musim liburan Nasional Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri 2026 ,karena keunikan tujuh pancuran air yang dipercaya memiliki rasa berbeda dan khasiat penyembuhan. Destinasi spiritual dan budaya ini berlokasi di Desa Limbong, Kecamatan Sianjur Mula-mula, menawarkan pengalaman mandi sakral dan wisata religi.

Petugas Piket Penjaga Aek Sipitu Dai Desa Aek Sipitu dai kecamatan Sianjur Mula-Mula Songli Limbong saat di temui Media Online Delikkasus86.com Pada Selasa 31/03/2026 pukul 14.00 wib bahwa selama lebaran Hari Raya Idul Fitri 2026 para Pengunjung Wisata lumayan banyak dari Tahun sebelumya,

Songli Limbong Mengatakan bahwa Keunikan Air 7 Rasa: Mata air yang berada di bawah pohon beringin ini memiliki tujuh pancuran, di mana airnya konon terasa berbeda—mulai dari rasa jeruk, nipis, hingga soda.

 

Lebih lanjut Songli Limbong Mengatakan bahwa Aek Sipitu Dai ini adalah Tempat Wisata Spiritual & Budaya karena Tempat ini dulunya adalah pemandian para raja Batak. Pengunjung sering datang untuk berdoa atau berziarah di area Partonggoan, yang Terletak dekat dengan Gunung Pusuk Buhit. Meskipun padat saat ramai, pengunjung dibebaskan dari biaya masuk. Warga sekitar juga menjual jeriken untuk membawa air yang diyakini berkhasiat,Namun Terdapat pantangan sopan santun yang harus dipatuhi, serta air yang dibawa tidak boleh dilangkahi.Aek Sipitu Dai kini menjadi salah satu destinasi wisata populer di Samosir yang wajib dikunjungi karena nuansa alam dan nilai budayanya yang kental, ucapnya.

 

 

Songli Limbong selaku Pemandu Aek Sipitu Dai bersama Jusden Sitanggang menjelaskan bahwa sejak dahulu Aek Sipitu Dai dianggap sebagai tempat yang sakral. Selain untuk menikmati keindahan alam, banyak pengunjung yang datang untuk melakukan ritual spiritual.

 

Aek Sipitu dai Salah Satu Objek wisata spiritual yang unik dan sarat dengan nilai budaya, yaitu Aek Sipitu Dai yang terletak di Kecamatan Sianjur Mulamula.

 

Makna Aek Sipitu Dai

 

Aek Sipitu Dai, yang berarti “Air Tujuh Rasa”, merujuk pada sebuah sumber mata air yang memancar melalui tujuh pancuran berbeda. Setiap pancuran ini dipercaya memiliki khasiat tersendiri sesuai dengan kepercayaan masyarakat setempat. Adapun ketujuh pancuran tersebut adalah:

 

1. Aek Pangulu Raja (Air untuk Raja)

 

2. Aek Raja Doli (Air untuk Pemuda)

 

3. Aek Hela (Air untuk Menantu Laki-laki)

 

4. Aek Sibaso Bolon (Air untuk Bidan)

 

5. Aek Namardenggan Daging (Air untuk Ibu Hamil)

 

6. Aek Na Marbaju (Air untuk Anak Gadis)

 

7. Aek Poso-Poso (Air untuk Bayi).

 

Tradisi Mangengge Boni di Aek Sipitu Dai Tuai Apresiasi Berbagai Pihak

 

Ritual dan Kepercayaan di Aek Sipitu Dai

 

Wisatawan yang berkunjung ke Aek Sipitu Dai diwajibkan melepas alas kaki sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat yang dianggap sakral ini. Pancuran terbagi menjadi dua ruangan, dengan empat pancuran di ruangan pertama dan tiga pancuran di ruangan kedua.

 

Banyak pengunjung yang mandi di pancuran ini atau membawa pulang air dalam jerigen karena percaya bahwa air tersebut dapat memberikan manfaat, mulai dari jodoh, kesembuhan penyakit, hingga kelancaran rezeki.

Ujar Songli Limbong dan Justen Sitanggang.

 

(BP)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *