Aceh Singkil, Drlikkasus86.com ~ Suasana Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, diselimuti duka mendalam menyusul insiden tragis yang menewaskan seorang pemuda berinisial AERL (25), pada Jumat malam (11/7/2025). Korban, pria kelahiran Rimo, 19 Juni 1999, ditemukan tak bernyawa dengan dugaan bunuh diri, menggemparkan warga setempat.
Pihak Kepolisian Resor Aceh Singkil bertindak cepat mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan olah TKP intensif begitu laporan diterima. Kapolres Aceh Singkil, AKBP Joko Triyono, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Aceh Singkil, IPTU Eska Agustinus Simangunsong, S.H., membeberkan kronologi pilu ini pada Sabtu (12/7/2025).
“Berdasarkan pemeriksaan saksi oleh Tim Sat Reskrim Polres Aceh Singkil yang dibantu Polsek Gunung Meriah, peristiwa tragis ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB,” jelas Kasi Humas.
Tragedi bermula saat AERL, yang sehari-hari beraktivitas di kedai milik keluarga, baru saja selesai menyusun slop rokok. Tak lama berselang, ia menerima panggilan telepon dari kekasihnya, EP. Percakapan ini diduga memicu pertengkaran sengit terkait persoalan utang piutang.
“Usai panggilan telepon tersebut, korban juga sempat terlibat cekcok mulut dengan ayahnya di rumah, yang juga dipicu oleh permasalahan keuangan,” tambah IPTU Eska.
Dalam kondisi emosi yang memuncak dan tertekan, AERL kemudian naik ke lantai dua rumahnya. Di sanalah, ia diduga mengakhiri hidupnya dengan mengikatkan tali ke leher di depan kamar mandi. Meskipun posisi kakinya tidak tergantung sepenuhnya, korban diduga memaksakan posisi gantung diri hingga saluran pernapasannya terjepit, yang berakibat fatal.
Keluarga yang curiga dengan situasi tersebut segera menuju lantai dua dan mendapati AERL dalam keadaan tergantung tanpa tanda-tanda kehidupan. Mereka pun dengan sigap melepaskan ikatan tali dari leher korban.
Tim identifikasi Polres Aceh Singkil yang tiba di lokasi segera mengamankan area, melakukan olah TKP secara menyeluruh, dan mengamankan sejumlah barang bukti yang relevan dengan kejadian.
Meski demikian, pihak keluarga telah membuat pernyataan menolak autopsi dan mengikhlaskan kepergian AERL, sebuah keputusan yang dihormati oleh kepolisian.
Kasi Humas Polres Aceh Singkil turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas kejadian ini. Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perhatian terhadap kondisi psikologis anggota keluarga, terutama di tengah tekanan ekonomi dan masalah pribadi lainnya.
“Pihak kepolisian akan terus mendalami motif dan latar belakang peristiwa ini serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi guna memastikan tidak adanya unsur pidana lain di balik kejadian tersebut,” pungkas IPTU Eska Agustinus Simangunsong.
Kasus ini menjadi pengingat penting akan beratnya tekanan hidup dan perlunya dukungan emosional bagi setiap individu.{*}
[Khalikul Sakda]
















Users Today : 754
Users Yesterday : 675
Users Last 7 days : 3202
Users This Month : 4301