Aesesa, Nagekeo, Delikkasus86.Com – Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, meresmikan Program Optimalisasi Lahan Non Rawa dengan peletakan batu pertama pembangunan saluran irigasi di Kelompok Tani Rowet Permai, Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Senin (22/09/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kadis Pertanian Nagekeo Primus Nuwa bersama jajaran, Kepala Desa Waekokak, Babinsa, serta para anggota kelompok tani.
Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan indeks pertanaman, produksi pangan, serta kesejahteraan petani melalui pemanfaatan jaringan irigasi teknis.
Pesan Wabup Gonzalo
Dalam sambutannya, Wabup Gonzalo mengingatkan agar saluran irigasi teknis tidak dialihfungsikan menjadi pemukiman atau ditanami tanaman umur panjang. Hal itu penting untuk menjaga kelancaran aliran air dan keberlanjutan fungsi irigasi.
“Ini irigasi teknis. Saya senang hanya ada pondok kecil dan tidak ada rumah, karena memang tidak boleh ada pemukiman di sempadan saluran,” tegasnya.
Ia juga menekankan agar petani menyampaikan kendala langsung ke Dinas Pertanian, bukan di media sosial. Selain itu, masyarakat diimbau siap menyambut Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dari Kementerian Pertanian RI tahun 2026 seluas 600 hektar di Kecamatan Aesesa, Boawae, dan Nangaroro.
Arahan Kadis Pertanian
Kadis Pertanian, Primus Nuwa, menekankan pentingnya status lahan yang clean and clear untuk menghindari persoalan sosial di lapangan. Ia mengingatkan bahwa irigasi teknis memiliki aturan ketat sehingga tidak boleh ada pemukiman, tanaman umur panjang, maupun alih fungsi lahan.
“Daerah ini sudah bagus, jangan sampai dialihkan untuk perkebunan atau pemukiman. Fokus pada padi,” tegas Primus.
Primus juga menekankan bahwa pekerjaan dilakukan dengan sistem swakelola, sehingga kelompok tani sebagai pelaksana wajib menjaga mutu pekerjaan, tepat waktu, dan sesuai petunjuk teknis.
Detail Proyek
Panjang saluran irigasi: 2.400 meter (dikerjakan tahap pertama 840 meter)
Nilai anggaran: Rp611,8 juta
Waktu pekerjaan: 2 bulan
Sumber dana: Tugas Pembantuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
Secara keseluruhan, program optimalisasi lahan non rawa di Kabupaten Nagekeo tahun 2025 memiliki total anggaran Rp15,27 miliar untuk mengintervensi lahan seluas 3.320 hektar di Kecamatan Aesesa dan Boawae. Program ini melibatkan 42 kelompok tani sebagai pelaksana utama dengan pola swakelola bersama P3A.
Reporter: Gusti Bebi Daga
















Users Today : 538
Users Yesterday : 574
Users Last 7 days : 4690
Users This Month : 12755