Ramainya isu di Media Online Pelayanan Medis Terhadap Pasien Meninggal Dunia Di Duga Lemahnya Pelayanan RSUD Pandega Tidak Cepat Tanggap.

DK86- BREAKING NEWS

 

Delikkasus86.com – Pangandaran 9/10/2025

Mengenai viral nya  dengan adanya pemberitaan di media Online yang memberitakan bahwa pelayanan medis terhadap pasien atas nama Saudara Isra (44 tahun) di RSUD Pandega Pangandaran diduga tidak segera mendapatkan penanganan medis “sama sekali itu tidak benar”  maka dari itu kami menyampaikan klarifikasi resmi   “kata dr Titi Sutiamah”,  saat dikonfirmasi oleh beberapa orang ,dan  wartawan , di ruang kerjanya RSUD Pandega Pangandaran Jl raya Pangandaran,

Disampaikan dr Titi Sutiamah bahwa, dalam kesempatan ini kami memandang perlu untuk menyampaikan klarifikasi resmi yang diantaranya:

1. Kronologi Kejadian

Pasien atas nama Saudara Isra (44 tahun) tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pandega Pangandaran pada Selasa, 7 Oktober 2025 pukul 18.34 WIB, setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di sekitar Desa babakan Pangandaran.

Pasien dijemput menggunakan ambulans RSUD Pandega Pangandaran ke lokasi kejadian dan langsung mendapatkan penanganan kegawatdaruratan meliputi perawatan luka, pemasangan infus, pemberian obat-obatan, pemeriksaan rontgen, serta observasi intensif oleh tim medis sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) Penanganan Pasien Gawat Darurat.

2. Upaya Penanganan Medis.

Tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat jaga IGD telah melakukan upaya maksimal sesuai dengan kondisi klinis pasien.

Namun demikian, kondisi pasien terus mengalami penurunan akibat cedera berat yang dialami sebelumnya.

Setelah dilakukan tindakan resusitasi secara intensif, pada Rabu, 8 Oktober 2025 pukul 08.11 WIB, pasien dinyatakan meninggal dunia.

3. Tanggapan atas Dugaan Kelalaian, RSUD Pandega Pangandaran menolak dengan tegas tuduhan adanya Penelantaran medis sebagaimana diberitakan karena

seluruh prosedur pelayanan telah dilakukan sesuai dengan kode etik profesi tim medis, standar pelayanan rumah sakit, serta prinsip kehati-hatian dan profesionalitas kerja  penuh dari seluruh petugas yang bertugas pada saat itu.

RSUD Pandega Pangandaran selalu mengutamakan keselamatan pasien dan tidak pernah menunda atau mengabaikan pelayanan, terlebih dalam kasus kegawatdaruratan.

4. Terkait Reaksi Masyarakat.

Kami turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Isra dan menghormati perasaan keluarga serta masyarakat.

Namun kami berharap agar pemberitaan di media masa disampaikan secara berimbang, akurat, dan terverifikasi, agar tidak menimbulkan kegaduhan kesalahpahaman maupun keresahan di masyarakat.

5. Komitmen.

RSUD Pandega Pangandaran berkomitmen untuk:

– Terus meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan,

– Menjaga transparansi dan akuntabilitas publik, serta

– Bersinergi dengan media massa dalam penyampaian informasi yang benar dan profesional.

-Kami juga telah berkomunikasi langsung dengan pihak keluarga pasien untuk memberikan penjelasan dan kronologi lengkap mengenai penanganan medis yang telah dilakukan.

Kami telah menyampaikan secara pribadi dan mewakili manajemen RSUD Pandega dengan permintaan maaf dan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum.

Pihak rumah sakit juga telah melakukan takziah langsung ke rumah keluarga almarhum pasien sebagai bentuk empati dan penghormatan.

“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya almarhum Isra. Semoga almarhum diampuni segala dosanya dan ditempatkan di sisi Allah SWT yang paling mulia,”kata dr. Titi Sutiamah.

Demikian klarifikasi/hak jawab ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab, klarifikasi, dan hak konstitusional kami sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Kami juga berharap, media dapat memuat hak jawab ini secara proporsional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ucapnya.

-Ramainya isu di Media Online Pelayanan Medis Terhadap Pasien Meninggal Dunia Di Duga Lemahnya Pelayanan RSUD Pandega Tidak Cepat Tanggap.

Delikkasus86.com – Pangandaran 9/10/2025
Mengenai viral nya dengan adanya pemberitaan di media Online yang memberitakan bahwa pelayanan medis terhadap pasien atas nama Saudara Isra (44 tahun) di RSUD Pandega Pangandaran diduga tidak segera mendapatkan penanganan medis “sama sekali itu tidak benar” maka dari itu kami menyampaikan klarifikasi resmi “kata dr Titi Sutiamah”, saat dikonfirmasi oleh beberapa orang ,dan wartawan , di ruang kerjanya RSUD Pandega Pangandaran Jl raya Pangandaran,

Disampaikan dr Titi Sutiamah bahwa, dalam kesempatan ini kami memandang perlu untuk menyampaikan klarifikasi resmi yang diantaranya:
1. Kronologi Kejadian
Pasien atas nama Saudara Isra (44 tahun) tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pandega Pangandaran pada Selasa, 7 Oktober 2025 pukul 18.34 WIB, setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di sekitar Desa babakan Pangandaran.

Pasien dijemput menggunakan ambulans RSUD Pandega Pangandaran ke lokasi kejadian dan langsung mendapatkan penanganan kegawatdaruratan meliputi perawatan luka, pemasangan infus, pemberian obat-obatan, pemeriksaan rontgen, serta observasi intensif oleh tim medis sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) Penanganan Pasien Gawat Darurat.

2. Upaya Penanganan Medis.
Tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat jaga IGD telah melakukan upaya maksimal sesuai dengan kondisi klinis pasien.

Namun demikian, kondisi pasien terus mengalami penurunan akibat cedera berat yang dialami sebelumnya.

Setelah dilakukan tindakan resusitasi secara intensif, pada Rabu, 8 Oktober 2025 pukul 08.11 WIB, pasien dinyatakan meninggal dunia.

3. Tanggapan atas Dugaan Kelalaian, RSUD Pandega Pangandaran menolak dengan tegas tuduhan adanya Penelantaran medis sebagaimana diberitakan karena
seluruh prosedur pelayanan telah dilakukan sesuai dengan kode etik profesi tim medis, standar pelayanan rumah sakit, serta prinsip kehati-hatian dan profesionalitas kerja penuh dari seluruh petugas yang bertugas pada saat itu.

RSUD Pandega Pangandaran selalu mengutamakan keselamatan pasien dan tidak pernah menunda atau mengabaikan pelayanan, terlebih dalam kasus kegawatdaruratan.

4. Terkait Reaksi Masyarakat.
Kami turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Isra dan menghormati perasaan keluarga serta masyarakat.

Namun kami berharap agar pemberitaan di media masa disampaikan secara berimbang, akurat, dan terverifikasi, agar tidak menimbulkan kegaduhan kesalahpahaman maupun keresahan di masyarakat.

5. Komitmen.
RSUD Pandega Pangandaran berkomitmen untuk:
– Terus meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan,
– Menjaga transparansi dan akuntabilitas publik, serta

– Bersinergi dengan media massa dalam penyampaian informasi yang benar dan profesional.

-Kami juga telah berkomunikasi langsung dengan pihak keluarga pasien untuk memberikan penjelasan dan kronologi lengkap mengenai penanganan medis yang telah dilakukan.

Kami telah menyampaikan secara pribadi dan mewakili manajemen RSUD Pandega dengan permintaan maaf dan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum.
Pihak rumah sakit juga telah melakukan takziah langsung ke rumah keluarga almarhum pasien sebagai bentuk empati dan penghormatan.

“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya almarhum Isra. Semoga almarhum diampuni segala dosanya dan ditempatkan di sisi Allah SWT yang paling mulia,”kata dr. Titi Sutiamah.

Demikian klarifikasi/hak jawab ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab, klarifikasi, dan hak konstitusional kami sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Kami juga berharap, media dapat memuat hak jawab ini secara proporsional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ucapnya.

Delikkasus86 com

David

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *