Disiplin Tanpa Kompromi: Kapolda Sumsel “Pretel” Senjata Api Personel, Perketat Pengawasan Alutsista

DK86- BREAKING NEWS

 

PALEMBANG || Delikkasus86. Com – Di bawah langit mendung Mapolda Sumatera Selatan, suasana apel pagi pada Senin (9/3/2026) terasa lebih tegang dari biasanya. Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memberikan instruksi mendadak untuk melakukan inspeksi total terhadap seluruh senjata api (senpi) dinas yang dipegang oleh personel.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Di tengah tuntutan profesionalisme Polri yang semakin tinggi, Jenderal bintang dua tersebut ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun proyektil yang keluar tanpa prosedur yang sah.

 

Gudang Senjata Diaduk, Propam Turun Tangan
Segera setelah apel dibubarkan pukul 08.00 WIB, Irwasda Polda Sumsel, Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, bersama tim Subbid Propam langsung bergerak melakukan penyisiran. Tak hanya memeriksa fisik senjata, petugas juga melakukan audit terhadap kartu izin memegang senjata api (SIPSA) dan kelayakan psikologi pemegangnya.

 

Yang menarik, inspeksi ini meluas hingga ke jantung penyimpanan logistik. Tim melakukan pengecekan sampel secara acak pada gudang penyimpanan senjata api di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). Audit ini menyasar manajemen alutsista internal guna memastikan setiap pucuk senjata terdata secara akuntabel dan tidak ada celah bagi penyalahgunaan.

“Senjata Adalah Titipan Rakyat”
Dalam arahannya yang tajam, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa senjata api bukanlah aksesori gaya hidup bagi anggota Polri, melainkan alat negara yang penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum.

“Pemeriksaan ini adalah pengawasan melekat. Kita pastikan setiap senpi berada dalam pengawasan ketat. Tidak ada ruang bagi personel yang lalai dalam administrasi apalagi menyimpan senjata di luar standar operasional,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho dengan nada lugas.

Menjaga Marwah Institusi
Senada dengan Kapolda, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari “pembersihan internal” untuk memperkuat profesionalisme.

 

Inspeksi ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh jajaran Polres di Sumatera Selatan: Disiplin adalah harga mati. Pihak Polda Sumsel tidak akan segan menarik senjata dinas bagi personel yang ditemukan melanggar aturan penyimpanan maupun yang masa berlaku izinnya telah habis.
Kini, langkah tegas ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang disiplin serta taat hukum.

Delilkasus86. Com/Divisi Investigasi Nasional/Amir Makmun, S.T., C.I..L.J

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *