POTRET BURAM PENDIDIKAN LAHAT,  SDN 8 KIKIM SELATAN MEMPRIHATINKAN, BUKTI MATINYA FUNGSI PENGAWASAN DISDIK DAN DPRD!

DK86- BREAKING NEWS

LAHAT || DELIKKASUS86.COM  – Kondisi compang-camping Sekolah Dasar Negeri (SDN) 8 Kikim Selatan menjadi tamparan keras sekaligus cermin buram wajah dunia pendidikan di Kabupaten Lahat. Realita di lapangan menunjukkan dengan sangat telanjang bagaimana para pemangku kebijakan—mulai dari jajaran Legislatif (DPRD Lahat), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik), hingga jajaran Korwil Pendidikan Kecamatan—terkesan “buta dan tuli” terhadap jeritan infrastruktur di akar rumput.

 

Bertahun-tahun mengajukan proposal perbaikan, bertahun-tahun pula aspirasi dari pihak sekolah hanya berakhir menjadi tumpukan sampah kertas yang diabaikan di meja-meja birokrasi. Kondisi ini membuktikan bahwa para pejabat berwenang diduga kuat tidak pernah turun ke lapangan (blusukan) untuk melihat langsung penderitaan siswa dan guru, melainkan hanya duduk manis di balik meja ber-AC.

 

Selama ini, Kepala SDN 8 Kikim Selatan, Sri Yuniati, S.Pd., bersama dewan guru harus menelan pil pahit. Upaya mereka bersurat dan melayangkan proposal bantuan perbaikan sarana prasarana (sarpras) ke Dinas Pendidikan Kabupaten seolah membentur dinding tebal kelalaian birokrasi.

 

Publik kini patut mempertanyakan, kemana larinya anggaran pendidikan Kabupaten Lahat jika untuk fasilitas mendasar saja sekolah harus mengemis tanpa kepastian? Pengabaian sistematis ini jelas mencoreng wajah Pemerintah Kabupaten Lahat di sektor pendidikan. Fungsi pengawasan DPRD dari komisi terkait pun patut dipertanyakan keras: Apa kerja mereka selama ini sampai sekolah di Kikim Selatan terisolasi dari keadilan pembangunan?

 

Setelah sekian lama terabaikan dan kondisi sekolah kian memprihatinkan, barulah Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Disdik Lahat, Arlan Darqomi, S.Pd., M.Pd., melakukan tinjauan langsung ke lokasi. Kedatangan yang terkesan “terlambat” ini disambut langsung oleh Kepala Sekolah beserta dewan guru yang sudah kenyang dengan janji-janji birokrasi.

 

Berdasarkan investigasi media di lapangan, saat mengecek titik-titik lokasi, barulah pihak dinas terbelalak melihat betapa daruratnya kebutuhan SDN 8 Kikim Selatan yang selama ini  “sama sekali belum tersentuh program pemerintah daerah.

Adapun rapor merah kerusakan dan kekosongan fasilitas vital yang berhasil dihimpun meliputi:

1. Pagar Sekolah Sepanjang 330 Meter: Tidak ada, mengancam keamanan aset dan keselamatan siswa.

2.  Ruang Kepala Sekolah: Sangat mendesak (tidak memadai).

3. Mushola: Tidak tersedia untuk fasilitas ibadah.

4. Krisis Air Bersih (Sumur Bor): Nihil, menghambat sanitasi dasar sekolah.

5. Lapangan Olahraga: Tidak layak/belum dibangun.

6. Rehabilitasi Ruang Perpustakaan: Kondisinya rusak dan memprihatinkan.

 

Meskipun dalam kunjungan tersebut Kabid SD akhirnya mengakui bahwa seluruh item yang diajukan masuk dalam “kategori sangat prioritas” dan meminta pihak sekolah kembali menyusun proposal ulang yang ditembuskan hingga ke Bupati Lahat, publik tidak akan tinggal diam.

 

Masyarakat dan kontrol sosial menuntut bukti nyata, bukan sekadar seremonial foto-foto kunjungan kerja demi menggugurkan kewajiban. Jika pasca-kunjungan ini anggaran pembangunan sarpras SDN 8 Kikim Selatan tetap dipangkas atau ditunda, maka jelas ada kelalaian fatal dan “pembusukan” birokrasi di tubuh Disdik Lahat.

 

Delikkasus86.com bersama elemen masyarakat akan terus mengawal persoalan ini sampai realisasi pembangunan fisik benar-benar berdiri, demi menyelamatkan masa depan anak bangsa yang hak-hak pendidikannya telah lama dikebiri oleh abainya para pejabat Lahat.” Sumber., Andi mulyansah.

 

Editor: DK86/Amir Makmun, S.T., C.I.L.J, Divisi Investigasi Nasional RI/kadiv okk DPD Akpersi Sumsel.

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *