5 Tahun Diabaikan Dinas PRKPP, Warga Sidomakmur Terisolir dari Keadilan, Proposal RTLH Diduga Berakhir di Tong Sampah!

DK86- BREAKING NEWS

Delikkasus86. Com || Lahat — Ironis dan menyayat hati. Di tengah gembar-gembor program pengentasan kemiskinan, warga Desa Sidomakmur, Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat, justru harus menelan pil pahit. Mereka seolah dibiarkan hidup terisolir tanpa pernah mendapat sentuhan, apalagi lirikan dari pemerintah daerah.

 

Selama lima tahun berturut-turut, jeritan warga yang mendambakan hunian layak lewat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) hanya dianggap angin lalu oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten Lahat. Sikap apatis instansi terkait ini memicu dugaan kuat adanya praktik ,,tebang pilih, dalam merealisasikan bantuan.

Mengetuk Pintu Tuli: 5 Tahun Proposal Berakhir Sia-sia.
Kepala Desa Sidomakmur, Ahmadi, tidak mampu lagi menyembunyikan rasa putus asa dan kekecewaan mendalam yang dirasakan warganya. Melalui pesan singkat pada Minggu malam (28/6/2026), Ahmadi membongkar bagaimana birokrasi di Kabupaten Lahat terkesan tutup mata dan telinga menghadapi nasib rakyat kecil.

“Sejak tahun 2020 kami terus memasukkan proposal, tiap tahun. Terakhir kami masukkan tahun 2024. Tahun 2025 kami tidak mengajukan lagi karena kami anggap percuma saja mengusulkan kalau tidak ditanggapi,” ungkap Ahmadi dengan nada getir.

Lebih miris lagi, Ahmadi melontarkan kalimat menohok yang menjadi tamparan keras bagi para pejabat yang duduk di kursi empuk kedinasan. Ia menduga coretan harapan warganya sengaja dibuang begitu saja.

 

“Cuma mungkin dimasukkan ke tong sampah saja,” cetusnya radikal. Bagaimana tidak, sejak tahun 2020 hingga tahun 2024, sebanyak 13 unit usulan RTLH yang diantar langsung ke kantor Dinas PRKPP Lahat sama sekali belum pernah disurvei, apalagi ditindaklanjuti. Lima tahun adalah waktu yang sangat lama untuk sekadar menggerakkan kaki pejabat turun ke lapangan, namun nyatanya, warga Sidomakmur tetap dibiarkan merana.

 

Pemandangan Miris: Dinding Lapuk, Lantai Tanah, Pejabat Bungkam
Berdasarkan dokumentasi valid di lapangan

(Koordinat Lat: -3.599923, Long: 103.145615), potret kemiskinan di Desa Sidomakmur sangat kontras dengan kemewahan fasilitas para pejabat. Belasan kepala keluarga terpaksa bertahan hidup di dalam rumah berdinding papan yang sudah lapuk dimakan usia, beratap genteng berlumut yang siap bocor kapan saja saat hujan, dan beralaskan tanah.

Fakta empiris ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa keadilan sosial belum menyentuh pelosok Kikim Barat. Pemerintah terkesan “pilih-pilih kasih” dalam menyalurkan bantuan, memprioritaskan yang dekat, dan mengisolasi yang jauh dari lingkaran kekuasaan.

Warga kini berada di titik nadir kepercayaan. Jangan sampai, ketidakpedulian yang terus dipelihara ini membuat masyarakat benar-benar memboikot dan kehilangan respek pada seluruh program Pemerintah Kabupaten Lahat.

 

Plt Kepala Dinas PRKPP Memilih “Sembunyi. Sikap abai ini semakin dipertegas dengan bungkamnya otoritas tertinggi di kedinasan tersebut. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Plt Kepala Dinas PRKPP Lahat, Benny Rhamadhona, S.ST., memilih tidak memberikan jawaban sama sekali.

Sikap menutup diri dari media dan enggan memberikan klarifikasi ini semakin memperpanjang daftar tanya publik:

Sampai kapan Dinas PRKPP Lahat mau menutup mata dan telinga atas penderitaan warga Sidomakmur? Ataukah kemiskinan rakyat hanya dijadikan komoditas jualan politik tanpa aksi nyata?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi ataupun itikad baik dari Dinas PRKPP Kabupaten Lahat untuk menemui warga yang rumahnya nyaris roboh tersebut.

Sumber Berita: Andhi Mulyansyah

Editor:DK86 / Amir Makmun, ST. C.ILJ. (Kadiv-OKK-DPD AKPERSI Sumsel)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *