BITUNG – Kebijakan strategis Wali Kota Bitung dalam menjalin kerja sama lewat Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara menuai respons positif.
Langkah tersebut dinilai sebagai terobosan konkret dalam menyelaraskan perlindungan ekosistem dengan peningkatan kesejahteraan warga lokal.
Apresiasi tinggi salah satunya datang dari politisi senior, Ridwan Lahiya. Pria yang akrab disapa Bung RL ini menyebut keputusan Wali Kota Bitung bukan sekadar pemenuhan aspek birokrasi, melainkan sebuah langkah elegan yang menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah terhadap kelestarian lingkungan hidup dan sumber daya hayati.

Menurut Bung RL, kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa Wali Kota Bitung mampu membaca dan menerjemahkan arah kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto.
Kepala daerah dianggap sangat memahami visi besar pemerintah pusat yang menghendaki adanya lompatan kemajuan signifikan di Sulawesi Utara, khususnya pada sektor pembangunan berbasis lingkungan.
Lebih lanjut, implementasi MoU ini dipandang sebagai bentuk tindak lanjut yang cermat terhadap program Hilirisasi Hijau.
Program tersebut merupakan salah satu agenda prioritas nasional yang gencar dicanangkan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Langkah taktis Pemerintah Kota Bitung ini juga dinilai sangat sejalan dengan agenda Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Kementerian tersebut diketahui tengah memberikan perhatian khusus terhadap jalannya program hilirisasi hijau di wilayah Sulawesi Utara guna memperkuat ketahanan berbasis potensi alam.
Dampak positif dari sinergi ini diproyeksikan akan langsung menyasar pada penguatan ekonomi akar rumput. Selama ini, sebagian besar masyarakat di wilayah pertanian Kota Bitung masih sangat bergantung pada sektor konvensional yang memiliki keterbatasan ruang tumbuh.
Secara spesifik, masyarakat yang berada di Kelurahan Danowodu, Pinasungkulan, dan Batu Putih diprediksi akan menjadi penerima manfaat utama.
Warga di tiga kelurahan tersebut, yang selama ini hanya mengandalkan hasil kelapa dalam, bakal merasakan lompatan pendapatan yang melimpah berkat diversifikasi ekonomi berbasis konservasi.
Melalui skema kerja sama yang cerdas ini, perputaran roda ekonomi di seluruh wilayah Kota Bitung diyakini akan bergerak lebih cepat dan progresif.
Kehadiran program ekonomi hijau diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus menjaga stabilitas ekologi kawasan tetap seimbang.
Guna mengawal keberlanjutan program tersebut, Bung RL menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh secara langsung kepada pemerintah daerah dalam waktu dekat.
”Saya kemungkinan akan bertemu Wali Kota setelah tiba di Manado untuk mendiskusikan beberapa hal terkait MoU yang sudah dibuat Pemkot dan BKSDA, demi mendukung penuh kebijakan Pak Wali di Kota Bitung,” ungkap politisi senior Bung RL menutup keterangannya melalui Telephon genggam.
















Users Today : 348
Users Yesterday : 422
Users Last 7 days : 3881
Users This Month : 1170