Banyuwangi-Delikkasus86.com/Operasi pencarian terhadap korban kecelakaan kapal nelayan yang terbalik di perairan Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada hari keempat pelaksanaan operasi, Kamis (23/7).
Pencarian diawali pada pukul 06.30 WIB dengan briefing seluruh unsur SAR yang terlibat. Tim kemudian membagi pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU), yaitu SRU 1 melakukan penyisiran visual di atas permukaan laut menggunakan Rubber Boat Basarnas dan perahu nelayan, sedangkan SRU 2 melaksanakan pencarian visual di sepanjang pesisir Pantai Grajagan.
Pada pukul 07.10 WIB, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari nelayan bahwa korban terakhir telah ditemukan. Selanjutnya pada pukul 08.22 WIB, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia (MD) di koordinat 08°36′00,22″ LS – 114°14′38,30″ BT, sekitar 1 Nautical Mile (NM) dari lokasi kecelakaan kapal (LKK). Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban terakhir, pada pukul 08.40 WIB Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing dan mengusulkan penutupan operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat selanjutnya dikembalikan ke satuan masing-masing.
Korban terakhir yang ditemukan diketahui bernama Lukman (25), warga Desa Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi. Dengan demikian, seluruh korban dalam insiden kapal nelayan terbalik tersebut telah ditemukan dengan rincian 4 orang meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, S.H., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat nelayan yang telah bekerja tanpa kenal lelah selama proses pencarian.
“Alhamdulillah, pada hari keempat operasi, seluruh korban berhasil ditemukan sehingga operasi SAR dapat kami tutup. Atas nama Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat nelayan yang telah bersinergi dan bekerja keras dalam pelaksanaan operasi ini. Semoga semangat kebersamaan dan kemanusiaan ini terus terjaga dalam setiap pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan,” ujar I Made Oka Astawa.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Pos TNI AL Grajagan, Koramil Purwoharjo, Polsek Purwoharjo, Polairud Polresta Banyuwangi, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Damkar Kabupaten Banyuwangi, PA Resort Grajagan, Dinas Perikanan Grajagan, Mapala SAR Tangi, Agen Bencana BPBD Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Desa Grajagan, serta para nelayan setempat.
Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah dengan tinggi gelombang berkisar 0,5–1 meter dan kecepatan angin 7–9 km/jam, sehingga mendukung pelaksanaan pencarian di lapangan.
Dengan berakhirnya operasi ini, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi mengimbau seluruh masyarakat, khususnya nelayan, agar selalu memperhatikan informasi cuaca, menggunakan alat keselamatan saat melaut, serta mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas di perairan guna meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan.















Users Today : 226
Users Yesterday : 696
Users Last 7 days : 4784
Users This Month : 13708