BATANG Jateng,delikkasus86.com– Kecelakaan beruntun antara 2 truk tronton dan 1 sedan terjadi di jalan raya Pantura ruas desa Surodadi Kecamatan Gringsing, pada Selasa (10/03/2026) sekitar pukul 23.45 WIB. Kecelakaan melibatkan truk tronton Hino B-9492-JEH bermuatan kardus yang dikemudikan Andriansyah, 22 tahun warga Cileunyi Bandung, truk tronton B-9136-BYU muatan limbah kaca yang dikemudikan Taufik Nugraha dan sedan Mitsubishi Lancer putih G-1467-DC milik Mujari yang sedang parkir.
Dari pantauan CCTV terlihat kecelakaan berawal dari truk tronton B-9492-JEH yang dikemudikan Andriansyah bermuatan kaca melaju dari arah timur dengan pelan karena jalan menanjak. Sesampainya di depan Puskesmas Gringsing II truk mengalami gangguan dan mogok. Truk lain B-9136-BYU sesama satu ekspedisi berniat ikut membantu dan berhenti di belakangnya. Andriansyah kemudian turun dan berdiri di belakang truk miliknya. Tiba-tiba truk yang mogok mundur dengan sendirinya dan menggencet Andriansyah. Diduga korban lalai tidak mengganjal roda truk. Karena muatan berat dan jalan menurun tajam, tronton B-9492-JEH terus meluncur mundur dan menghantam tronton B-9136-BYU dan terus mendorong sampai melewati median jalan dan berhenti setelah menabrak pagar sebuah pabrik di utara jalan. Tidak berhenti sampai di situ, tronton B-9492-JEH kemudian menghantam Mitsubishi Lancer yang sedang parkir sampai gepeng. Beruntung ketika kejadian di dalam mobil sedan tidak ada penumpang karena pengemudinya, Mujari sedang menunggui istrinya yang akan melahirkan di Puskesmas.
Akibat kejadian ini, Andriansyah pengemudi tronton B-9492-JEH meninggal dunia tergencet kendaraannya sendiri. Andriansyah mengalami luka berat di kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Arus lalu lintas dari arah barat sempat terganggu karena pecahan limbah kaca berhamburan di jalan. Petugas Pos Luwes segera mengamankan jalan dan membersihkan limbah kaca serta mengevakuasi jasad korban ke RSI Weleri menggunakan ambulans Puskesmas Gringsing I.
Batituut Koramil 03 Gringsing Peltu Jaeni yang ikut mengamankan lokasi kejadian menyatakan kontur jalan raya Pantura desa Surodadi memang rawan karena lurus dan lebar sehingga pengguna jalan terkadang lalai. “Dari arah timur menanjak, sedangkan dari arah barat menurun tajam. Ini yang sering menjadi penyebab terjadinya kecelakaan karena pengemudi lalai. Keselamatan juga harus diutamakan seperti mengganjal ban ketika berhenti”,tegas Batituut.
Evakuasi ketiga kendaraan yang terlibat kecelakaan berlangsung sampai siang karena harus membongkar muatan dulu tapi tidak mengganggu arus lalu lintas.
Fb/S
















Users Today : 545
Users Yesterday : 574
Users Last 7 days : 4697
Users This Month : 12762