Banjir Melanda Sejumlah Wilayah Probolinggo, Momentum Evaluasi dan Kesiapsiagaan Bersama

DK86- BREAKING NEWS

Probolinggo–delikkasus86.com.

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Probolinggo pada Minggu, 18 Januari 2026, mengakibatkan banjir, genangan air, serta kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah. Peristiwa ini berdampak pada ratusan rumah warga, fasilitas umum, pondok pesantren, hingga akses penghubung antar desa.

 

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, bencana banjir terjadi hampir merata di beberapa kecamatan dengan tingkat dampak yang bervariasi. Kondisi ini menjadi momentum evaluasi bersama antara masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.

 

 

## Wilayah Terdampak Banjir

 

### Kecamatan Kraksaan

 

Genangan air terjadi di wilayah Kraksaan Wetan dan Sidomukti, yang mengakibatkan terganggunya aktivitas warga serta akses lingkungan sekitar.

 

### Kecamatan Gading

 

* Desa Mojolegi: Air meluap hingga pelataran rumah warga. Rumah milik Ibu Ariyati di Dusun Krajan RT 01 RW 01 mengalami kerusakan sedang, sementara rumah Ibu Seniati RT 02 RW 01 mengalami kerusakan ringan.

* Desa Wangkal: Jalan Dusun Sumbercangkelek tergenang air.

* Desa Prasi: Jembatan penghubung Blok Gedangan menuju Krajan dilaporkan mengalami kerusakan.

 

### Kecamatan Krejengan

 

Banjir cukup parah melanda beberapa desa, di antaranya:

 

* Desa Opo-opo: Sekitar 50 rumah warga tergenang air setinggi ±50 cm.

* Desa Jatiurip: Jalan Dusun Krajan I tergenang air ±50 cm.

* Desa Tanjungsari: Pondok Pesantren Darut Tauhid dan sekitar 100 rumah warga tergenang air dengan ketinggian ±50 cm.

* Desa Kamalkuning, Sumberkatimoho, dan Rawan: Terjadi genangan air antara ±20 cm dan dilaporkan berangsur surut pada malam hari.

 

### Kecamatan Maron

 

* Desa Brani Wetan: Jembatan penghubung menuju Desa Sumbersecang dilaporkan putus.

* Desa Satreyan: Sejumlah titik mengalami genangan air.

 

### Kecamatan Dringu

 

* Desa Kalirejo dan Desa Dringu: Permukiman warga, khususnya di Dusun Pesisir, tergenang air dengan ketinggian mencapai ±30 cm.

 

### Kecamatan Besuk

 

* Desa Matekan: Genangan air terjadi di beberapa dusun dengan ketinggian ±20 cm.

 

### Kecamatan Sumberasih

 

Wilayah terdampak meliputi Desa Lemahkembar, Jangur, Banjarsari, dan Sumberbendo. Air dilaporkan mulai berangsur surut, namun masih terdapat rumah warga yang tergenang.

 

### Kecamatan Tongas

 

Banjir meluas di sejumlah desa dengan ratusan kepala keluarga terdampak. Selain genangan air, dilaporkan dapur rumah warga roboh di Desa Pamatan, serta jembatan penghubung Dusun Mendek Wetan–Mendek Kulon di Desa Sumberkramat mengalami ambrol.

 

 

## Evaluasi dan Kesiapsiagaan

 

Peristiwa banjir ini menjadi pengingat pentingnya evaluasi bersama dalam pengelolaan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana. Curah hujan tinggi merupakan faktor alam, namun kondisi saluran air, sungai, serta daerah resapan juga perlu mendapat perhatian berkelanjutan.

 

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan lingkungan, serta tidak membuang sampah sembarangan. Sementara itu, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan, pendataan dampak, dan koordinasi penanganan guna memastikan keselamatan warga.

 

Melalui sinergi antara masyarakat dan pemerintah, diharapkan risiko dan dampak bencana serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

Penulis: Amin

Editor  : adi

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *