Bupati Ngada Hadirkan Rumah Singgah Pertama di Bali, Bukti Nyata Kepedulian pada Warga

DK86- BREAKING NEWS

Ngada, DelikKasus86.com – Tidak banyak kepala daerah yang memberi perhatian serius terhadap warganya yang harus berjuang mencari kesembuhan di luar daerah. Namun, di bawah kepemimpinan Bupati Raymundus Bena, SS., M.Hum, Kabupaten Ngada mencatat langkah bersejarah dengan menghadirkan Rumah Singgah Kebaikan Kabupaten Ngada di Bali—yang tercatat sebagai rumah singgah pertama dari Flores dan NTT.

Sejak Januari 2025, program kesehatan ini sudah membantu 65 pasien asal Ngada yang menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan di Bali, Surabaya, dan Jakarta. Rumah singgah hadir bukan hanya sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi tempat yang memberikan rasa aman dan dukungan bagi pasien maupun keluarga yang mendampingi.

Kepedulian Nyata untuk Rakyat

Bupati Raymundus menegaskan, kesehatan adalah hak dasar masyarakat yang harus dijamin negara. “Pemerintah hadir bukan hanya dengan fasilitas di daerah, tetapi juga memastikan warga tetap didampingi saat harus dirujuk ke luar daerah. Tidak boleh ada rakyat Ngada yang berjuang sendiri,” tegasnya.

Salah satu contoh nyata kepedulian itu adalah dukungan Pemkab Ngada terhadap Theobaldus Dua (29), pemuda asal Desa Genamere, Kecamatan Bajawa Utara, yang sudah 15 tahun menderita tumor rahang. Pemerintah membantu akomodasi keberangkatan Baldus bersama ayahnya ke Jakarta, untuk menjalani operasi besar di Rumah Sakit Marinir Cilandak pada 2 September 2025 mendatang.

Apresiasi dari Pendiri Yayasan

Pendiri Rumah Singgah Kebaikan dan Ketua Umum Lembaga Gerakan Sepenuh Hati, Muhammad Aryo, kepada media ini melalui telpon whatsapp nya malam tadi mengatakan, pihaknya memberi apresiasi khusus kepada Bupati Ngada.
“Kami sangat bersyukur karena Bupati Ngada begitu peduli pada kesehatan masyarakatnya. Rumah Singgah Ngada di Bali ini adalah yang pertama dari Flores dan NTT. Semoga ke depan semakin banyak pemimpin daerah mengikuti jejak beliau. Rumah singgah bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga berfungsi sebagai tempat paliatif yang memberi ketenangan dan harapan bagi pasien,” ungkapnya.

Harapan Baru dari Ngada

Kehadiran rumah singgah ini membuktikan bahwa pemerintah daerah bisa hadir lebih dekat dengan rakyatnya, bahkan saat berada di tanah rantau untuk mencari kesembuhan. Dengan dukungan Pemkab, yayasan, dan tenaga medis, masyarakat Ngada kini tidak lagi sendiri ketika menghadapi tantangan pengobatan di luar daerah.

Program ini diharapkan menjadi model inspiratif bagi kabupaten lain di Flores dan NTT, bahwa kepedulian pada rakyat adalah investasi besar untuk masa depan daerah.

Penulis : Jusuf Porwaila SH

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *