Maumere, delikkasus86.com., – Bupati Sikka menegaskan komitmennya untuk menjadikan seluruh lingkungan sekolah di Kabupaten Sikka sebagai tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi para siswa.
Ia secara tegas menyerukan penghentian praktik perundungan (bullying) antar pelajar yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Bupati memberikan sambutan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar di SMP Negeri 1 Alok, Kabupaten Sikka, Sabtu (2/5/2026) pagi.

Upacara tersebut turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, para siswa tingkat SD dan SMP, serta para tenaga pendidik.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan bahwa dinamika politik telah usai. Saat ini, kata dia, seluruh elemen masyarakat harus bersatu dan bergandengan tangan untuk membangun Kabupaten Sikka ke arah yang lebih baik.
“ Tidak ada lagi sekat-sekat. Politik sudah selesai, sekarang waktunya kita bahu-membahu membangun daerah ini,” tegasnya.

Selain itu, Bupati Sikka mengungkapkan rencana penataan tenaga pendidik, di mana para guru yang selama ini bertugas di luar wilayah domisilinya akan ditempatkan sesuai dengan tempat tinggal masing-masing.

Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kerja serta kedekatan guru dengan lingkungan sosialnya.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan komitmennya terhadap pemerintahan yang bersih. Praktik-praktik tidak terpuji seperti “pelicin” atau pungutan liar dalam memperlancar tugas tidak akan ditoleransi.
“ Tidak boleh ada pelicin dalam bentuk apa pun. Hal seperti itu tidak perlu dan tidak boleh terjadi di Kabupaten Sikka,” tegasnya lagi.
Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya besar pemerintah daerah dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas sekaligus tata kelola pemerintahan yang transparan dan berintegritas.
Penulis : Yusuf Porwaila SH
















Users Today : 231
Users Yesterday : 431
Users Last 7 days : 3551
Users This Month : 662