Dari Gerbang Bromo, HAB ke-80 Kemenag Probolinggo Kumandangkan Pesan Rukun dan Damai

DK86- BREAKING NEWS

Probolinggo –delikkasus86.com;

Kabut pagi yang menyelimuti Gerbang Wisata Sukapura (GWS), pintu masuk kawasan Gunung Bromo, menjadi latar harmoni saat ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berkumpul dalam Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Sabtu (3/1/2026).

Dr. Samsur, S.Ag., M.Pd.I..

Di kawasan yang dikenal sebagai miniatur keberagaman itu, semangat rukun dan damai mengalir kuat. ASN Kemenag dari 24 Kantor Urusan Agama (KUA), guru dan tenaga kependidikan madrasah, pengawas pendidikan keagamaan, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi keagamaan hadir menyatu, memperlihatkan wajah Indonesia yang harmonis dalam perbedaan.

 

Bupati Probolinggo dr. H.M. Haris Damanhuri, M.Kes (Gus Haris) bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki peran sentral sebagai penjaga keseimbangan kehidupan beragama, sekaligus penguat persaudaraan kebangsaan.

 

“Kemenag adalah rumah bersama bagi semua umat beragama. Dari sinilah pesan damai harus terus disuarakan agar perbedaan menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan,” ujar Gus Haris.

 

Menurutnya, Sukapura adalah contoh nyata bagaimana masyarakat dengan latar agama, budaya, dan tradisi yang berbeda dapat hidup berdampingan secara rukun dan saling menghormati. Karena itu, peringatan HAB ke-80 di tempat ini menjadi pesan simbolik yang kuat.

 

“Sukapura bukan hanya gerbang wisata Bromo, tetapi juga gerbang kerukunan. Dari sini kita kirim pesan kepada Indonesia dan dunia bahwa Probolinggo menjadikan toleransi sebagai nafas kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

 

Mengusung tema *“Umat Rukun dan Sinergi Indonesia Damai dan Maju”*, HAB ke-80 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen moderasi beragama. Gus Haris mengingatkan bahwa ASN Kemenag harus tampil sebagai teladan perdamaian, mengedepankan dialog, pelayanan yang adil, serta sikap saling menghargai.

 

“Moderasi beragama bukan sekadar slogan. Ia harus hadir dalam tindakan, pelayanan, dan keteladanan sehari-hari. ASN Kemenag harus menjadi pelita yang menerangi masyarakat dengan nilai damai,” imbuhnya.

 

Peringatan ini juga dirangkai dengan berbagai kegiatan sosial yang sarat makna. Penyerahan piagam akta wakaf menjadi simbol penguatan legalitas dan kebermanfaatan aset keagamaan, apresiasi kepada Da’i Cilik Jawa Timur sebagai investasi generasi dakwah yang sejuk, serta santunan anak yatim sebagai wujud kepedulian dan kasih sayang sosial.

 

Suasana khidmat semakin terasa saat doa lintas agama dipanjatkan bersama. Dari doa-doa yang mengalun di tengah alam Sukapura, terselip harapan agar Kabupaten Probolinggo, bangsa Indonesia, dan Kementerian Agama senantiasa diberkahi kedamaian, persatuan, dan kekuatan untuk menjaga kerukunan.

 

Upacara ditutup dengan Ikrar Moderasi Beragama yang diikuti seluruh peserta bersama Forkopimda dan ormas keagamaan. Ikrar tersebut menjadi janji moral bersama untuk terus merawat persaudaraan, menolak segala bentuk intoleransi, serta menjaga Indonesia sebagai rumah damai bagi semua.

 

Peringatan HAB ke-80 Kemenag RI di Gerbang Wisata Sukapura ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pesan kebangsaan yang menegaskan bahwa dari daerah, dari gerbang wisata, semangat rukun dan damai terus dikobarkan demi Indonesia yang bersatu, harmonis, dan maju.

Penulis :Amin

Editor    : Adi

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *