Dilikkasus86.com | Jakarta | Kamis 9 Juli 2026
Perkembangan industri media yang semakin pesat di Indonesia membawa dua sisi yang bertolak belakang. Di satu sisi, kebebasan pers semakin terbuka dan menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran dari berbagai kalangan terhadap menurunnya kualitas sebagian insan pers akibat proses rekrutmen yang dinilai belum mengedepankan kompetensi, integritas, serta pemahaman yang memadai mengenai profesi jurnalistik.
Sejumlah praktisi pers, pemerhati media, dan masyarakat menyampaikan aspirasi agar pembinaan dan pengawasan terhadap perusahaan pers maupun wartawan diperkuat. Mereka menilai profesi wartawan tidak boleh dipandang sebagai pekerjaan yang cukup bermodalkan kartu identitas pers atau tercantum dalam susunan redaksi sebuah media. Wartawan adalah profesi yang memiliki tanggung jawab moral, sosial, dan hukum karena setiap informasi yang dipublikasikan dapat memengaruhi opini publik, reputasi seseorang, bahkan stabilitas sosial.
Dalam berbagai diskusi publik berkembang pandangan bahwa masih terdapat perusahaan media yang dinilai merekrut wartawan tanpa proses pembinaan dan pelatihan yang memadai. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat melahirkan oknum yang belum memahami teknik peliputan, verifikasi fakta, konfirmasi kepada narasumber, prinsip keberimbangan, maupun Kode Etik Jurnalistik.
Akibatnya, menurut sejumlah pihak, muncul praktik-praktik yang dinilai menyimpang dari fungsi pers, seperti mengedepankan tekanan, intimidasi, atau penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Perilaku seperti itu dinilai dapat merusak citra ribuan wartawan profesional yang setiap hari bekerja di lapangan dengan menjunjung tinggi etika, independensi, dan kepentingan publik.
Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat justru semakin membutuhkan wartawan yang memiliki kemampuan investigasi, ketelitian dalam mengumpulkan fakta, keberanian menyampaikan kebenaran berdasarkan bukti, serta komitmen untuk menaati Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Fungsi utama pers bukan menciptakan kegaduhan, melainkan menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berbagai aspirasi juga mendorong agar Dewan Pers bersama organisasi perusahaan pers dan organisasi profesi wartawan memperkuat pembinaan, pendidikan, sertifikasi, serta mendorong lebih banyak wartawan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap media.
Di sisi lain, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa latar belakang pendidikan formal tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran profesionalisme seorang wartawan. Wartawan dengan pendidikan SMA maupun perguruan tinggi tetap memiliki kesempatan yang sama sepanjang memiliki integritas, kemampuan jurnalistik, kemauan belajar, serta mematuhi etika profesi. Yang menjadi perhatian utama adalah kualitas kompetensi, bukan semata-mata jenjang pendidikan.
Pers nasional merupakan salah satu pilar demokrasi yang memiliki fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan negara, penegakan hukum, dan pelayanan publik. Karena itu, menjaga marwah profesi wartawan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perusahaan pers, organisasi profesi, Dewan Pers, hingga setiap insan pers itu sendiri.
Masyarakat berharap profesi wartawan tetap dihormati karena karya jurnalistik yang berkualitas, bukan sekadar atribut atau identitas. Kepercayaan publik hanya dapat dipertahankan apabila wartawan bekerja berdasarkan fakta, melakukan verifikasi yang ketat, menghormati hak jawab, menjaga independensi, serta menjunjung tinggi etika dan hukum.
Sudah saatnya kualitas menjadi tolok ukur utama dalam dunia jurnalistik. Pers yang kuat lahir dari wartawan yang kompeten, berintegritas, bertanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan publik. Dengan demikian, kebebasan pers akan tetap berjalan beriringan dengan profesionalisme, akuntabilitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap media Indonesia.
Artikel Sahabat Jurnalis
Penulis: David E. SE
Editor: Dilikkasus86.com
















Users Today : 686
Users Yesterday : 615
Users Last 7 days : 3887
Users This Month : 4709