Diduga Proyek Beton Tanpa Papan Nama di Pagar Agung Lahat, Warga Pertanyakan Transparansi

DK86- BREAKING NEWS

Lahat || Delikkasus86.com – Dugaan adanya proyek pembangunan rabat beton yang tidak transparan kembali mencuat di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Proyek di RT 12 RW 04 Kelurahan Pagar Agung itu dinilai warga janggal karena tidak dilengkapi papan nama serta tidak jelas sumber pendanaannya, apakah dari APBD, APBN, atau sumber lain.

Pantauan warga di lapangan, pekerjaan proyek tersebut juga menimbulkan pertanyaan karena beberapa aspek teknis dinilai tidak sesuai standar. Mulai dari tidak adanya Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan bestek yang terlihat, penggunaan material batu krosok bercampur lumpur, hingga tidak dipasangnya plastik hampar sebelum pengecoran. Bahkan, sejumlah sisi bangunan terlihat menggantung tanpa penopang yang memadai.

Seorang warga berinisial HR menyatakan, masyarakat menilai proyek tersebut tidak transparan.

“Seharusnya papan informasi proyek dipasang terbuka agar publik tahu sumber dana, nilai anggaran, dan siapa pelaksana kegiatan. Ini sudah diatur dalam UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Kalau dibiarkan tanpa papan nama, kami khawatir ada unsur kesengajaan menutup-nutupi,” ungkap HR.

Hal senada disampaikan RH, tokoh masyarakat setempat. Ia menegaskan, warga sebenarnya berharap pembangunan ini dapat memberi manfaat dengan kualitas yang baik, bukan sebaliknya.

“Kalau pekerjaannya asal-asalan, jelas merugikan masyarakat. Proyek yang dibiayai dari uang negara harus dikerjakan sesuai aturan dan standar teknis. Tanpa papan nama, tentu menimbulkan tanda tanya,” tegas RH.

Ketua DPC LSM Feastra Kabupaten Lahat, UJ, juga angkat bicara. Menurutnya, proyek yang tengah berlangsung itu menunjukkan indikasi pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.

“Material yang digunakan adalah batu krosok bercampur lumpur. Seharusnya dipakai sertu agar mutu bangunan lebih kuat. Kalau dibiarkan, masyarakat penerima manfaat akan kecewa. Hal ini tidak bisa dibiarkan, dan kami akan melaporkannya ke pihak berwenang,” ujar UJ.

Ia menambahkan, ketiadaan papan informasi proyek justru memperkuat dugaan adanya penyalahgunaan dana. “Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bisa saja ada indikasi kesengajaan untuk menyembunyikan nilai anggaran dan sumber pendanaan,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas PUPR Kabupaten Lahat belum dapat dimintai keterangan resmi. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna mendapatkan penjelasan lebih lanjut terkait sumber dana, pelaksana kegiatan, dan pengawasan proyek tersebut.

Reporter: Amir

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *