Foto pangkalan milik Hamka CS
๐๐๐๐ ๐ง๐ถ๐บ๐๐ฟ,๐ฑ๐ฒ๐น๐ถ๐ธ๐ธ๐ฎ๐๐๐๐ด๐ฒ.๐ฐ๐ผ๐บ -Pemerintah saat ini sedang menerapkan kebijakan baru untuk memastikan pendistribusian subsidi energi berjalan lebih tepat sasaran.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, sejak 1 Februari 2025, Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau biasa disebut elpiji subsidi 3 kilogram (gas melon) hanya dapat dibeli di pangkalan resmi yang terdaftar di Pertamina. Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga yang sesuai dengan harga ecer tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Pengecer tetap berpeluang menjadi agen resmi dengan mendaftarkan diri melalui sistem One Single Submission (OSS). Pemerintah juga memberikan masa transisi selama satu bulan sejak Maret 2025 untuk mengubah status pengecer menjadi pangkalan resmi.
Kebijakan baru tersebut mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Ada yang sepakat, ada pula yang mengkritik kebijakan itu.
Pangkalan milik Andi Artin di Desa Kasintuwu Kecamatan Mangkutan Kabupaten Luwu Timur, Sulsel tak luput dari sorotan publik dimana kegiatan pendistribusian tabung gas 3 kg diisukan kerap menyelundupkan ratusan tabung gas 3 kg ke Wilayah Sulteng.

Menanggapi sorotan pemberitaan di media tentang kegiatannya, Andi Artin akhirnya buka mulut.
Disambangi di kediamannya, Andi Artin menyebutkan, ” Kenapa cuma saya yang selalu menjadi sorotan pemberitaan, sedang di Wilayah Mangkutana banyak yang melakukan hal seperti saya, contohnya ada Pangkalan milik Hamka CS mereka malah miliki 3 Pangkalan dari satu Keluarga, ” ungkap Andi Artin Minggu (13/07/25).
Tanggapan Andi Artin menyusul dirinya merasa ada kejanggalan terkait kegiatannya sering jadi konsumsi publik.
” Saya malah curiga ada oknum yang sengaja memanfaatkan orang lain untuk memantau kegiatan saya padahal orang itu malah pemain juga, ” ungkapnya.
” Pangkalan saya tetap diutamakan masyarakat sekitar saya dan malah warga dari luar desa sini sering datang beli karena di tempat mereka sudah kosong, ” imbuhnya.
” Saya malah suka kalau kalau larangan itu diberlakukan secara adil dan merata jangan pilih kasih, dan saya bisa buktikan mereka juga pemain dan ada bukti pengakuan sopir yang angkut barang punya mereka baru-baru ini ada 150 tabung diambil dari pangkalan Mama Nela, ” sambung Andi Artin.
Selain kegiatan pangkalan miliknya Andi Artin juga menceritakan modus yang digunakan Hamka, dimana dirinya sudah ditipu senilai ratusan juta oleh Hamka dan kasusnya sudah dilaporkan tentang dugaan penipuan dan penggelapan. Uang miliknya yang dipinjamkan kepada Hamka dengan janji kerjasama pembelian ratusan tabung gas 3 kg katanya untuk disewakan faktanya sampai hari ini tabung tersebut tak pernah dilihatnya.

tanda bukti lapor Andi Artinย
Sementara modal yang dipinjamkan kepada Hamka, menurut Andi Artin itu pinjaman kredit dari Bank dan sudah beberapa bulan bunganya dibayar sendiri Andi Artin.
Andi Artin mengaku sering menghubungi Hamka mempertanyakan uang yang dipinjamkan kepada dia namun tak pernah ditanggapi baik lewat telfon maupun chat lewat WhatsApp.
Andi Artin juga menyebutkan, ketiga pangkalan milik Hamka CS itu dilayani oleh 2 agen yakni:
1. Hamka oleh PT. HAERANI
2. Firmansyah PT. ARBA
3. Yusma PT. ARBA
” sekarang itu dia sudah pakai mobil sewa dari Sulteng datang jemput barang di pangkalannya karena mobil miliknya katanya sudah disita, ” tutup Andi Artin.
Menanggapi polemik yang terjadi, Wahyu selaku Lembaga yang turut mengawasi pendistribusian subsidi pemerintah akan tetap mendesak agen yang diduga melakukan kerjasama dengan pangkalan tersebut untuk diberi sanksi PHU.
















Users Today : 754
Users Yesterday : 675
Users Last 7 days : 3202
Users This Month : 4301