Lhokseumawe, delikkasus86.com – Semangat perang melawan narkoba, handphone ilegal, dan praktik penipuan dikumandangkan kuat dari balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lhokseumawe, Ditjenpas Aceh, Jum’at, 8 Mei 2026, Dalam apel besar bertajuk Pemasyarakatan Bersih, seluruh jajaran petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menyatakan komitmen bersama untuk menciptakan lapas yang bersih, berintegritas, dan bebas dari praktik ilegal.
Deklarasi tersebut menjadi simbol keseriusan Lapas Kelas IIA Lhokseumawe Ditjenpas Aceh dalam melakukan pembenahan menyeluruh di lingkungan pemasyarakatan, sekaligus menjawab tuntutan publik terhadap institusi yang transparan dan tegas dalam pemberantasan narkoba.
Kegiatan itu turut dihadiri unsur aparat penegak hukum dan lembaga pemberantasan narkotika, di antaranya Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lhokseumawe serta perwakilan Kapolres Lhokseumawe. Kehadiran lintas institusi tersebut mempertegas bahwa perang terhadap narkoba dan praktik ilegal di dalam lapas tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan pengawasan bersama.
Suasana apel berlangsung khidmat dan penuh semangat. Seluruh peserta berdiri tegap saat ikrar dibacakan secara lantang di lapangan utama lapas. Kalimat demi kalimat yang diucapkan menjadi penegasan moral bahwa tidak ada lagi ruang bagi penyimpangan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Lhokseumawe, Ditjenpas Aceh, Wahyu Prasetyo, menegaskan bahwa narkoba, handphone ilegal, dan penipuan merupakan ancaman serius yang dapat merusak sistem pembinaan serta mencoreng kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.
“Hari ini kita tidak sekadar mengucapkan ikrar. Kita sedang membangun komitmen bersama bahwa lapas harus menjadi tempat pembinaan dan perubahan, bukan tempat tumbuhnya pelanggaran,” tegasnya.
Menurutnya, integritas petugas dan kesadaran WBP menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dan humanis. Ia menekankan bahwa lapas harus menjadi ruang lahirnya harapan baru dan proses pembinaan yang bermartabat.
Ditempat yang sama, Kepala BNN Kota Lhokseumawe, Werdha Susetyo, mengapresiasi langkah tegas yang dilakukan pihak lapas dalam memperkuat pengawasan internal dan pemberantasan narkoba.
“Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah pesan kuat kepada publik bahwa perang terhadap narkoba benar-benar dijalankan secara nyata. Komitmen seperti ini harus dijaga dengan konsistensi dan keberanian,” terangnya.
Komitmen tersebut langsung diwujudkan melalui razia gabungan di kamar hunian WBP usai apel berlangsung. Petugas menyisir seluruh area secara ketat untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang disembunyikan di dalam lapas.
Tidak hanya WBP, para petugas lapas juga menjalani tes urine sebagai bentuk komitmen internal dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang benar-benar bersih dari narkoba. Langkah ini menjadi pesan tegas bahwa penegakan integritas dimulai dari internal institusi tanpa pandang bulu.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa perubahan di lingkungan pemasyarakatan tidak cukup hanya melalui slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, pengawasan ketat, dan keberanian untuk terus berbenah.
Di balik dinginnya jeruji besi, semangat perubahan itu kini mulai tumbuh. Harapan besar pun mengemuka agar lembaga pemasyarakatan benar-benar menjadi tempat pembinaan, pemulihan kepercayaan, serta awal masa depan yang lebih baik bagi para WBP.
















Users Today : 491
Users Yesterday : 767
Users Last 7 days : 4171
Users This Month : 4602