Banyuwangi – Delik kasus86.Com //Kerusakan Jalan Kepiting di wilayah Tukangkayu kembali menuai keluhan warga. Meski telah berkali-kali dilakukan penambalan, kondisi jalan masih dipenuhi lubang yang membahayakan pengguna, terutama pada malam hari. Warga menilai perbaikan yang dilakukan selama ini bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan. 28-02-2026.
Masyarakat mempertanyakan kepekaan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menangani infrastruktur dasar yang setiap hari dilalui warga.
Jalan yang seharusnya menjadi sarana mobilitas justru dikeluhkan karena cepat rusak kembali setelah diperbaiki, bahkan dalam waktu yang relatif singkat.
Keluhan tidak hanya terjadi di satu titik. Sejumlah ruas jalan lain di wilayah Banyuwangi juga mengalami kondisi serupa, baik jalan kabupaten maupun yang berstatus jalan provinsi.
Lubang-lubang yang muncul dinilai membahayakan keselamatan pengendara roda dua dan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Warga menilai, sebagai daerah dengan penerimaan dari pajak daerah dan pajak kendaraan bermotor, sudah seharusnya kualitas jalan mendapat perhatian serius. Infrastruktur yang baik dianggap sebagai bentuk nyata pengembalian manfaat pajak kepada masyarakat, bukan sekadar tambal sulam yang terus berulang.
Selain membahayakan keselamatan, kerusakan jalan juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga sekitar. Pengendara harus memperlambat laju kendaraan, distribusi barang menjadi terhambat, dan lingkungan terlihat kurang terawat. Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan citra pembangunan daerah di Jawa Timur yang terus digencarkan.
Masyarakat Berharap Adanya evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan perbaikan jalan, mulai dari perencanaan, material, hingga pengawasan pelaksanaan.
Warga menginginkan solusi permanen, bukan perbaikan berulang yang menghabiskan anggaran namun tidak memberikan hasil maksimal, demi keselamatan dan kenyamanan bersama.Pungkasya,
(Tim Redaksi)
















Users Today : 561
Users Yesterday : 574
Users Last 7 days : 4713
Users This Month : 12778