BATANG,JATENG – delikkasus86.com.
Dukuh Sidodadi di desa Krengseng Kecamatan Gringsing hanya sebuah wilayah kecil. Tapi dari wilayah inilah terwujud sebuah kerukunan warga yang luar biasa erat dalam hidup bermasyarakat.
Untuk ketiga kalinya dukuh Sidodadi menggelar sedekah bumi sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah.
Acara yang digelar pada Sabtu pagi (30/08/2025) ini mengambil tempat di jalan tengah sawah. Aneka hasil bumi seperti padi, sayur dan palawija dibuat gunungan dan diarak keliling dukuh diikuti oleh semua warga tanpa kecuali sambil membawa puluhan nasi tumpeng.
Dari anak-anak kecil sampai lansia ikut larut dalam kebahagian dan bersama-sama melantunkan do’a.
Diantara ratusan warga terlihat beberapa orang keturunan yang ikut serta sebagai wujud kebersamaan dan kerukunan.
Sedekah Bumi dukuh Sidodadi bernuansa budaya Jawa yang kental. Laki-laki memakai baju lirik sedangkan yang perempuan memakai kebaya.
Kali ini tema yang diambil adalah Petani Pahlawan Yang Terlupakan.
Mungkin ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap petani yang menjadi pondasi tercukupinya pangan tapi nasibnya tetap saja terpinggirkan. Melalui sedekah bumi, petani di dukuh Sidodadi ingin menunjukkan jika mereka mampu menjadi tulang punggung tercukupinya kebutuhan pangan.
Yudi, Kadus Sidodadi menjelaskan jika warganya sudah mapan dan teratur dalam mengolah lahan. Masa tanam dilakukan serentak untuk mengantisipasi serangan hama.
Bahkan petani bekerjasama saling membantu ketika ada kendala. “Kami sudah sepakat untuk memulai masa bercocok tanam bersama-sama sehingga panenpun bisa serentak”,tegas Yudi.
Peran serta Bhabinsa Sertu Kurdi dari Koramil 03 Gringsing dinilai sangat besar dan berhasil mengajak warga mengikuti pola cocok tanam yang disepakati bersama.
Kades Krengseng Apriliyanto menambahkan, jumlah lahan pertanian di Sidodadi sekitar 80 hektar. Selain padi, petani juga menanam sayur, semangka, melon dan ada juga yang menanami lahannya dengan kembang melati.
“Irigasi tercukupi karena kami sudah menjalin komunikasi dengan PSDA sehingga tidak pernah kekeringan. Hama juga ditanggulangi dengan menggandeng produsen insektisida. Kendala petani hanya serangan tikus” ujar Apriliyanto.
Untuk mengantisipasi tikus, petani secara berkala melakukan pembasmian serentak dengan membongkar tempat-tempat yang menjadi sarang tikus.
Baik Yudi maupun Kades Apriliyanto serta masyarakat dukuh Sidodadi berharap acara sedekah bumi ini rutin diadakan setiap tahun dan jika memungkinkan melibatkan seluruh desa. Keberhasilan mereka menggandeng mitra sponsor setidaknya memberi bukti jika acara ini sudah punya peluang untuk lebih maju.
SN/FB















Users Today : 1107
Users Yesterday : 768
Users Last 7 days : 3922
Users This Month : 5422