Menanam Asa di Tanah Merapi: Sinergi Widia Ningsih, PGRI, dan Sektor Industri Hijaukan Bumi

DK86- BREAKING NEWS

DELIKKASUS86. COM || LAHAT – Suasana di SMPN 1 Merapi Timur mendadak hangat dan penuh optimisme. Riuh rendah obrolan tentang masa depan lingkungan menjadi menu utama saat Wakil Bupati Lahat,  Widia Ningsih, S.H., M.H., hadir dengan langkah mantap. Kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan membawa misi penting: menyalakan kembali api kepedulian terhadap satu-satunya rumah kita, planet Bumi.

 

Hari itu, dalam rangka memperingati Hari Bumi, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Merapi Timur menginisiasi sebuah gerakan nyata. Bukan sekadar retorika di dalam kelas, para pendidik ini mengajak seluruh elemen untuk turun ke tanah, menyentuh buminya secara langsung melalui aksi penanaman pohon simbolis.

Uniknya, gerakan ini menjadi bukti nyata bahwa urusan kelestarian lingkungan bukanlah kerja sunyi pemerintah semata. Sebuah kolaborasi apik tercipta di Merapi Timur, mempertemukan tiga pilar utama:

Pemerintah Daerah. Sebagai regulator dan pengarah kebijakan yang berpihak pada alam.

Dunia Pendidikan (PGRI). Sebagai motor penggerak edukasi dan penanam karakter peduli lingkungan sejak dini.

Sektor Industri. Komunitas bisnis yang menyadari tanggung jawab sosial dan ekologinya.

 

Gerakan hijau ini mendapat dukungan penuh dari korporasi yang beroperasi di Merapi Area. Raksasa pertambangan seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bersama sejumlah perusahaan tambang lainnya, hadir berdiri sejajar dengan para guru dan pemerintah. Sinergi ini menegaskan komitmen bersama: di mana ada pemanfaatan sumber daya alam, di situ pula harus ada tanggung jawab pemulihan yang berkelanjutan.

 

Ini adalah warisan terbaik yang bisa kita persiapkan. Pohon yang kita tanam hari ini mungkin belum berbuah besok, tapi akarnya sedang mengikat air dan daunnya sedang memproduksi oksigen untuk anak cucu kita nanti.”

Secara simbolis, jemari Wakil Bupati Widia Ningsih bersama perwakilan PGRI dan manajemen perusahaan menyentuh tanah Lahat, membenamkan bibit-bibit pohon ke dalam bumi. Momentum ini seketika mengubah wajah peringatan Hari Bumi menjadi sebuah selebrasi harapan.

 

Melalui rilis resmi ini, Pemerintah Kabupaten Lahat bersama PGRI berharap aksi ini tidak berhenti sebagai seremonial tahunan belaka. Penanaman pohon di SMPN 1 Merapi Timur ini diharapkan mampu memantik efek domino—menumbuhkan kesadaran kolektif di tengah masyarakat akan vitalnya menjaga alam.

 

Tujuan besarnya sudah jelas menanti di cakrawala: menciptakan kawasan Merapi Area, dan Kabupaten Lahat pada umumnya, sebagai lingkungan yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga hijau, bersih, dan berkelanjutan, demi generasi masa depan.” ADV.

DK86/Amir-Akpersi.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *