BITUNG, 12 Februari 2026 – Aktivis pemuda Sulawesi Utara, Nando Lengkong, melontarkan peringatan keras kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulut yang baru, Audy Pangemanan, agar tidak mengulangi pola lama yang dinilai timpang dan terlalu berorientasi pada sektor olahraga semata.
Meski menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Kadispora yang baru, Nando menegaskan bahwa dunia kepemudaan tidak boleh kembali diposisikan sebagai “anak tiri” dalam struktur kebijakan dan penganggaran Dispora.
- “Kami mengapresiasi semangat Pak Kadis di bidang olahraga. Tapi jangan sampai Dispora berubah menjadi Dinas Olahraga saja. Kepemudaan jangan dijadikan pelengkap penderita,” tegas Nando.
Ia menilai, sejak awal kepemimpinan baru, aktivitas yang terlihat di ruang publik masih didominasi agenda olahraga. Sementara itu, program strategis kepemudaan yang menyentuh pembinaan karakter, peningkatan kapasitas, kewirausahaan pemuda, dan penguatan organisasi kepemudaan belum tampak menjadi prioritas utama.
Menurutnya, ketimpangan ini bukan sekadar asumsi. Selama bertahun-tahun, bidang kepemudaan disebut kalah jauh dalam hal alokasi anggaran dan implementasi program dibandingkan sektor olahraga yang cenderung lebih “terlihat” secara seremonial.
- “Kalau pola ini terus dipertahankan, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan generasi muda Sulawesi Utara. Jangan salahkan anak muda ketika angka kriminalitas meningkat, ketika tawuran marak, ketika minat berorganisasi menurun. Negara harus hadir,” ujarnya keras.
Nando juga mengingatkan bahwa amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan mewajibkan pemerintah daerah melakukan pembinaan dan pemberdayaan pemuda secara sistematis dan berkelanjutan. Mengabaikan kepemudaan, menurutnya, sama saja dengan mengingkari mandat undang-undang.
Ia bahkan menegaskan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret yang menunjukkan keberpihakan terhadap sektor kepemudaan, maka pihaknya bersama elemen aktivis pemuda akan melakukan evaluasi terbuka terhadap kinerja Dispora Sulut.
- “Kami tidak anti olahraga. Tapi keseimbangan itu wajib. Jika tidak ada perubahan arah kebijakan, kami siap menyuarakan ini secara lebih luas. Jangan sampai bonus demografi berubah menjadi beban sosial karena kelalaian kebijakan,” tandasnya.
Sebagai penutup, Nando menyatakan bahwa kritik keras ini adalah bentuk kepedulian, bukan serangan personal. Ia berharap Kadispora Sulut menjadikan momentum awal jabatan sebagai titik balik untuk membangun kebijakan yang adil, proporsional, dan berpihak pada masa depan generasi muda.













Users Today : 403
Users Yesterday : 574
Users Last 7 days : 5310
Users This Month : 12620