Pelantikan HMI Lhokseumawe–Aceh Utara, Korpres MD KAHMI Soroti Dinamika Kebangsaan

DK86- BREAKING NEWS

ACEH UTARA — Pelantikan Pengurus HMI dan KOHATI Cabang Lhokseumawe–Aceh Utara periode 2026–2027 menjadi momentum penting untuk mempertegas kembali peran organisasi mahasiswa dalam menghadapi dinamika kebangsaan yang semakin kompleks.

Kegiatan yang berlangsung Jumat, 28 Agustus 2026, di Aula Pendopo Bupati Aceh Utara tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, alumni, kader HMI dan KOHATI, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Koordinator Presidium MD KAHMI Lhokseumawe–Aceh Utara, Dr. Dahlan A. Rahman, M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa HMI tidak boleh kehilangan posisi strategisnya sebagai organisasi perkaderan dan kekuatan intelektual di tengah perubahan sosial, politik, ekonomi, dan kehidupan kebangsaan.

Menurut Dahlan, tantangan generasi muda saat ini tidak cukup dijawab dengan kemampuan akademik semata. Kader HMI dituntut memiliki kepekaan sosial, keberanian menyampaikan gagasan, sekaligus kemampuan menghadirkan solusi konstruktif terhadap berbagai persoalan masyarakat.

“Kader HMI tidak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga harus mempunyai kepekaan terhadap persoalan masyarakat serta keberanian menawarkan gagasan dan solusi yang konstruktif,” tegasnya.

Ia mengingatkan, dinamika kebangsaan harus dihadapi dengan kedewasaan berpikir, sikap kritis yang bertanggung jawab, serta komitmen menjaga persatuan dan kepentingan masyarakat.

HMI, kata Dahlan, diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan intelektual yang ikut memberikan arah terhadap pembangunan daerah maupun bangsa.

Karena itu, pelantikan kepengurusan baru HMI dan KOHATI periode 2026–2027 tidak boleh berhenti sebagai seremoni pergantian kepemimpinan. Lebih jauh, momentum tersebut harus menjadi titik awal konsolidasi organisasi dan penguatan gerakan kader untuk memperluas pengabdian kepada masyarakat.

Di sisi lain, KAHMI sebagai wadah alumni juga dinilai memiliki tanggung jawab moral dalam memberikan pembinaan, pendampingan, serta membuka ruang kolaborasi bagi kader HMI.

“Di tengah dinamika kebangsaan yang terus berkembang, sinergi antara HMI, KAHMI, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat penting untuk melahirkan gagasan yang mampu menjawab kebutuhan generasi muda sekaligus memperkuat pembangunan Aceh,” ujarnya.

Dahlan berharap pengurus HMI dan KOHATI Cabang Lhokseumawe–Aceh Utara yang baru dilantik mampu menjalankan amanah organisasi dengan tetap berpegang pada nilai keislaman, keindonesiaan, intelektualitas, dan pengabdian.

“Pelantikan ini hendaknya menjadi titik awal untuk menghadirkan kepemimpinan kader yang berintegritas, kritis, solutif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” tegas Dahlan.

Dengan kepengurusan baru tersebut, HMI Cabang Lhokseumawe–Aceh Utara diharapkan semakin aktif membangun ruang dialog kebangsaan, mengawal persoalan publik secara konstruktif, serta menjadi mitra strategis dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan persoalan masyarakat Aceh.

Pergantian kepemimpinan bukan sekadar perubahan struktur organisasi. Bagi HMI, pelantikan ini menjadi ujian baru: sejauh mana kader mampu menerjemahkan nilai perjuangan organisasi menjadi gagasan dan kerja nyata di tengah masyarakat.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *