Maumere, DelikKasus86.com – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan menekan laju inflasi di Kabupaten Sikka, Perum Bulog Cabang Maumere menggandeng sejumlah mitra kerja strategis seperti Polres Sikka, Kodim 1603 Sikka, Lanal Maumere, serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka untuk menyalurkan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui kegiatan pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kepala Bulog Cabang Maumere, Marthen Luther Sesa, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sikka.
“Gerakan ini juga bertujuan untuk menekan laju inflasi, menstabilkan harga pangan, dan meringankan beban masyarakat akibat kenaikan harga,”
Bulog Maumere, lanjut Marthen, telah bekerja sama dengan 26 mitra sebagai penyalur di dua pasar rakyat utama, yakni Pasar Alok Maumere dan Pasar Tingkat Maumere.
Untuk Kodim 1603 Sikka kata Marthen dengan lima Koramil di bawahnya, telah menggelar pasar murah dengan total penyaluran mencapai 19,5 ton beras selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat 2025
Marthen tambahkan, Polres Sikka telah menyalurkan 22,3 ton beras melalui delapan Polsek yang ada di wilayahnya. Bahkan, terdapat tambahan permintaan dari Polsek Nita sebanyak 2 ton, karena masih ada masyarakat yang belum kebagian. Dengan demikian, total penyaluran dari Polres Sikka mencapai 24,3 ton.
Untuk harga, Bulog mewajibkan menjual beras SPHP sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp13.100 per kilogram.
“ kami akan terus melakukan penyaluran hingga 31 Desember 2025 mendatang untuk membantu masyarakat Sikka dalam hal mendapatkan pangan utamanya beras yang murah”.

Adapun harga yang ditetapkan Bulog dalam GPM saat ini adalah:
Beras 5 kilogram: Rp60.000
Gula pasir: Rp19.000/kg
Minyak goreng premium: Rp18.000/liter
Marten berharap dengan kegiatan ini dapat menurunkan angka inflasi di Kabupaten Sikka. Juga menurunkan harga beras medium yang saat ini sudah mencapai Rp14.000 sampai dengan Rp 15 .000 ribu per kilogram jauh di atas harga yang ditetapkan pemerintah, selain itu juga mampu membantu masyarakat golongan ekonomi menengah kebawah dalam memenuhi pangan khusunya beras dengan harga terjangkau, ” Tandas Marten.
Penulis : Jusuf Porwaila SH
















Users Today : 263
Users Yesterday : 1306
Users Last 7 days : 6426
Users This Month : 3799