BATANG Jateng,delikkasus86.com – Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari mendorong pentingnya pemahaman sejak usia pelajar. Hal itu menjadi perhatian Polresta Batang yang menerjunkan para Trainer Paham AI untuk memberikan pelatihan kepada siswa dan siswi MAN Batang, Rabu (12/8/2026).
Ssebanyak 105 siswa MAN Batang.mengikuti pelatihan l kerja sama antara Polri dan Senopati Academy dengan fokus meningkatkan literasi digital sekaligus mendorong pelajar agar mampu menggunakan teknologi AI secara bijak dan bertanggung jawab.
Kasubbagdalpers Bag SDM Polresta Batang, AKP Ridwan, S.H., mengatakan pemahaman mengenai AI penting diberikan kepada generasi muda agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif.
“Dengan pelatihan ini, para pelajar dibekali wawasan dan pengetahuan dasar pemanfaatan Artificial Intelligence agar bijak dalam penggunaannya,” ujar AKP Ridwan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan empat materi utama. Modul pertama membahas pengenalan dasar Artificial Intelligence, dilanjutkan dengan etika penggunaan AI. Materi berikutnya membahas cara menangkal hoaks, sementara modul terakhir memberikan pemahaman mengenai pembuatan prompt agar siswa dapat berinteraksi dengan teknologi AI secara lebih efektif.
Tidak hanya mendapatkan materi secara teori, siswa juga langsung berpraktik menggunakan aplikasi Senopati Academy. Para peserta dibimbing untuk membuat akun, menyelesaikan empat modul dan satu cerita jeda, mengoperasikan akun Paham AI sebagai siswa, hingga mengunduh sertifikat setelah menyelesaikan pelatihan.
Para trainer dari Polresta Batang menggunakan metode interaktif dalam setiap sesi. Antusiasme siswa terlihat saat mereka berdiskusi mengenai peluang sekaligus tantangan yang muncul seiring perkembangan teknologi AI.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MAN Batang, Agung Mulyana, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan AI dapat menjadi bekal penting bagi siswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Artificial Intelligence memang sedang tren dan memiliki banyak manfaat sekaligus tantangan. Harapannya siswa bisa memanfaatkan teknologi ini secara bijak, tidak bergantung sepenuhnya, dan tetap mengasah kemampuan berpikir kritis,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Polresta Batang berharap pelajar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami etika, keamanan, serta tanggung jawab dalam memanfaatkan AI. Dengan begitu, teknologi dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran dan pengembangan kemampuan, bukan menggantikan proses berpikir kritis siswa.
Red.
















Users Today : 702
Users Yesterday : 907
Users Last 7 days : 5813
Users This Month : 8990