KAUR,BENGKULU ~Pelayanan publik di Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur mendapat sorotan tajam. Seorang staf berstatus Paruh Waktu (PW) diduga tidak memahami etika pelayanan publik dan bersikap emosional gaya pareman saat dikonfirmasi Jurnalis, Selasa,(01/09/2026).
Kronologisnya, saat Jurnalis media Indoku.id bernama Tasman, datang untuk melakukan koordinasi dan menanyakan keberadaan Kasi Distriawan, ia bertanya kepada staf berinisial H yang diketahui masih berstatus paruh waktu. Bukan jawaban ramah yang didapat, pertanyaan tersebut justru dibalas dengan nada emosi hingga berujung cekcok mulut.
Sikap tersebut sangat disayangkan. Sebagai pelayan publik, semestinya mengedepankan prinsip 3S, Senyum, Sapa, Siap Melayani. Beda halnya dengan yang ditunjukkan oknum staf Dikdas tersebut yang dinilai bersikap seperti bukan orang terpelajar.
Menanggapi kejadian itu, seorang jurnalis Senior bernama, Esda Sohadi, menengahi permasalahan tersebut, namun belum ada sampai ada penyelesaian.
“Ia berharap atas kejadian seperti ini cepat di selesai kan dengan baik, dan tidak terulang seperti ini lagi.” Saya peribadi mengajak dari semua bidang melayani siapa pun setatus orang itu dengan pelayanan yang terbaik. Biar mencontohkan kepada masyarakat,” Ungkapnya.
Di samping itu juga, Esda Suhadi, berharap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur dan Kabid Dikdas segera memanggil oknum staf tersebut untuk diberikan pembinaan.
“Kami minta Kepala Dinas dan Kabid Dikdas memanggil yang bersangkutan untuk diberi arahan sesuai tupoksi pelayanan. Jangan sampai pelayanan di dunia pendidikan, khususnya di bidang Dikdas, terus terkesan buruk di mata masyarakat,” tegas Esda.
Hingga berita ini diterbitkan, oknum staf H belum berhasil dimintai keterangan lebih lanjut. Pihak redaksi masih berupaya mengkonfirmasi pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur untuk keberimbangan berita.
(ADI)
















Users Today : 589
Users Yesterday : 911
Users Last 7 days : 6626
Users This Month : 1500