Tubaba, delikkasus86.com – Sugar Group Companies (SGC) menawarkan pola kemitraan perkebunan tebu kepada petani di Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung. dengan jaminan harga dasar Rp715 ribu per ton tebu rendemen 7 persen pada 2025.
Skema ini diyakini mampu memberi kepastian pasar sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat di tengah anjloknya harga singkong.
Vice President SGC, Purwanti Lee, menjelaskan kemitraan dilakukan dengan sistem mandiri, di mana petani tetap mengelola lahan sendiri mulai dari pengolahan tanah, penanaman, hingga panen.
Perusahaan bertanggung jawab membeli hasil panen sesuai standar kualitas. “Prinsipnya saling menguntungkan. Petani mendapatkan jaminan harga dan pasar, sementara perusahaan memperoleh pasokan tebu berkualitas,” kata Purwanti Lee, dalam sosialisasi di Kampus Politeknik Tunas Garuda, Komplek Uluan Nughik Panaragan Jaya, pada hari Rabu 3/9/2025
Ia menambahkan, tebu memiliki keunggulan dibanding singkong. Selain mudah dibudidayakan dan tahan hama, iklim Lampung sangat cocok sehingga produktivitas lebih terjamin. “Tanam sekali bisa panen hingga 4–5 kali dengan biaya perawatan murah. Lampung adalah sentra gula, maka jangan lewatkan peluang ini,” ujarnya.
Dalam pola kemitraan ini, tebu yang dipasok harus memenuhi standar mutu: berumur 11–13 bulan, segar, tidak dibakar, dan memiliki kadar puriti minimal 74 persen. Produk yang tidak sesuai dapat mengalami potongan harga bahkan ditolak. Program berlaku 10 tahun atau 10 kali giling, dengan syarat lahan jelas statusnya dan bebas sengketa.
Bupati Tubaba, Ir. Novriwan Jaya, S.P., menyambut baik program ini sebagai langkah diversifikasi pertanian di tengah anjloknya harga singkong. Hal senada disampaikan Wakil Bupati Nadirsyah yang menegaskan masyarakat sangat menunggu adanya kemitraan berbasis kepastian harga dan pasar.
Sosialisasi ini juga dihadiri Waka I DPRD Ponco Nugroho, mantan Bupati 2014–2022 Umar Ahmad, Plt. Asisten I Untung Budiono, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sarwo Hadi, para kepalo tiyuh, kelompok tani, pengusaha tebu, serta masyarakat.
















Users Today : 153
Users Yesterday : 1163
Users Last 7 days : 4131
Users This Month : 5631