Sholat dan Shalawat Bersama Subbanul Muslimin, Presiden Prabowo Sampaikan Pesan Rukun untuk Indonesia

DK86- BREAKING NEWS

.

Malang — delikkasus86.com| 8 Februari 2026

Ribuan jamaah memadati GOR Gajayana, Kota Malang, Minggu pagi (8/2/2026), dalam gelaran Istighasah Akbar yang berlangsung khidmat dan sarat nuansa kebangsaan. Acara ini dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama para ulama, kiai, serta tokoh nasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih dan apresiasi mendalam kepada Nahdlatul Ulama (NU) atas peran besarnya dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan keutuhan bangsa Indonesia sejak masa perjuangan hingga hari ini.

“NU selalu menjadi pilar penyangga persatuan bangsa. Dari dulu hingga sekarang, NU konsisten menjaga Islam yang damai, menyejukkan, dan cinta tanah air,” ujar Presiden Prabowo di hadapan ribuan jamaah.

Presiden menegaskan bahwa kerukunan nasional merupakan fondasi utama Indonesia, terlebih di tengah perbedaan pandangan, pilihan politik, dan dinamika demokrasi. Menurutnya, perbedaan adalah keniscayaan, namun persatuan adalah kewajiban bersama.

 

“Kita boleh berbeda, boleh bersaing, boleh berdebat. Tapi pada akhirnya, kita harus rukun. Persatuan adalah kekuatan Indonesia,” tegasnya.

Majlis subbanul Muslimin

Istighasah Akbar ini semakin semarak dengan lantunan shalawat dan dzikir dari Majelis Subbanul Muslimin, yang dipimpin langsung oleh Gus Hafizul Hakim, Pengurus Rijalul Ansor Jawa Timur. Ribuan jamaah larut dalam suasana spiritual yang penuh kekhusyukan dan cinta tanah air.

Presiden Prabowo juga menekankan peran strategis para ulama dan tokoh agama dalam menjaga kesejukan sosial serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Ia menyebut doa bersama dan istighasah sebagai energi spiritual penting bagi keselamatan bangsa dan para pemimpinnya.

Momen haru terjadi ketika Presiden Prabowo tampak bersalaman dan berpelukan hangat dengan para ulama sepuh, mencerminkan hubungan harmonis antara umara dan ulama. Momen tersebut disambut takbir dan shalawat oleh para jamaah, serta dinilai sebagai simbol kuat persatuan nasional.

Istighasah ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, ketenteraman masyarakat, serta keberkahan bagi para pemimpin agar senantiasa adil dan amanah dalam mengemban tugas negara.

Salah satu jamaah asal Kabupaten Malang mengaku terharu dengan pesan Presiden

.

“Pesannya sederhana tapi sangat menenangkan. Beda itu wajar, tapi rukun itu wajib,” ujarnya

.

Acara ini menjadi penegasan bahwa NU, doa, shalawat, dan keteladanan para tokoh bangsa tetap menjadi kekuatan utama dalam menjaga Indonesia yang damai dan bersatu.

Penulis: Amin

Editor  :  Adiw

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *