Mbay, Nagekeo, Delikkasus86.Com-Tangis pilu dan wajah letih masyarakat Nagekeo menjadi saksi bisu dahsyatnya banjir bandang yang meluluhlantakkan kehidupan mereka. Di tengah reruntuhan rumah, jembatan yang hanyut, dan sawah yang tertimbun lumpur, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Asadoma, hadir dengan hati yang tulus.
Kehadiran Wagub Asadoma bukan hanya sebagai pejabat, tetapi juga sebagai seorang saudara yang ikut merasakan luka mendalam. Ia berjalan menelusuri pemukiman yang porak-poranda, mendengarkan cerita warga yang kehilangan orang-orang tercinta, dan memeluk mereka yang tak kuasa menahan tangis.
Dalam kunjungan tersebut, bantuan logistik berupa beras, mie instan, air mineral, serta kebutuhan darurat lainnya disalurkan. Bantuan ini memang tidak mampu menghapus duka, namun setidaknya menjadi tanda kasih bahwa masyarakat Nagekeo tidak sendirian menghadapi bencana ini.
“Pemerintah hadir bukan hanya membawa barang, tetapi juga membawa harapan. Kami ingin rakyat Nagekeo tahu, beban ini bukan hanya milik kalian, tetapi menjadi beban kita bersama. Pemerintah akan menangani kerugian materil secara total, dan kami akan terus mendampingi hingga pemulihan tuntas,” tegas Wagub Asadoma dengan suara bergetar.
Ia juga menyampaikan rasa hormat kepada pemerintah daerah, aparat, relawan, dan masyarakat yang sejak hari pertama menunjukkan semangat gotong royong. Di tengah kepedihan, terlihat jelas bagaimana solidaritas menjadi cahaya yang menerangi kegelapan.
Lebih jauh, Wagub memastikan bahwa pemulihan pasca bencana tidak berhenti pada bantuan darurat. Pemerintah Provinsi bersama BPBD akan menindaklanjuti perbaikan jembatan, rumah warga, sekolah, serta infrastruktur vital lainnya yang rusak akibat banjir. “Kami ingin membangun kembali bukan hanya fisik, tetapi juga semangat dan keyakinan masyarakat bahwa Nagekeo akan bangkit,” ungkapnya.
Bagi masyarakat Nagekeo, kunjungan ini lebih dari sekadar penyaluran logistik. Kehadiran Wagub membawa secercah harapan, bahwa di balik duka yang dalam masih ada tangan-tangan yang menguatkan, masih ada telinga yang mendengar, dan masih ada hati yang peduli.
Kini, di antara puing-puing kehidupan yang tersisa, warga Nagekeo belajar untuk berdiri kembali. Mereka percaya, dengan dukungan pemerintah dan solidaritas bersama, luka ini akan sembuh, dan harapan yang sempat tenggelam akan kembali menyala.(Gusti Bebi Daga)
















Users Today : 122
Users Yesterday : 740
Users Last 7 days : 5954
Users This Month : 1773