Delikkasus86.com, Sukabumi — Sejumlah warga yang bermukim di Jalan Pamatutan–Pasir Bentik RT 19/RW 007, Desa Bojonggenteng, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, menyampaikan aduan serius terkait keberadaan sebuah gudang rongsok di wilayah mereka. Gudang tersebut dinilai telah menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat sekitar.
Menurut keterangan warga sekaligus narasumber yang enggan disebutkan namanya, aktivitas gudang rongsok itu menyebabkan pencemaran lingkungan, mulai dari bau tidak sedap hingga kondisi udara yang kotor. Selain itu, tumpukan barang bekas dan adanya genangan air di sekitar area gudang diduga menjadi sarang nyamuk, sehingga meningkatkan risiko penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
“Lingkungan jadi kotor dan bau. Bahkan ada warga yang rumahnya paling dekat dengan gudang itu sampai terkena penyakit DBD,” ujar salah seorang warga setempat saat dimintai keterangan.
Tidak hanya masalah kesehatan, warga juga mengeluhkan kenyamanan hidup yang terganggu akibat aktivitas bongkar muat barang bekas yang kerap menimbulkan kebisingan. Warga menyebut, aktivitas tersebut berlangsung hampir setiap hari, sehingga membuat mereka merasa resah dan tidak nyaman.
Warga mengungkapkan bahwa pihak RT dan RW setempat sebenarnya telah menegur pemilik gudang rongsok tersebut agar lebih memperhatikan kebersihan dan dampak lingkungan. Aduan juga disebut telah disampaikan kepada pihak Pemerintah Desa Bojonggenteng. Namun hingga kini, belum terlihat adanya tindakan tegas ataupun solusi nyata atas keluhan masyarakat.
“Kami sudah lapor ke desa, tapi seolah tidak digubris. Gudang rongsok itu tetap beroperasi seperti biasa,” tambah warga lainnya.
Lebih lanjut, sebagian warga menduga adanya praktik tidak wajar di balik mandeknya penanganan aduan tersebut. Mereka menduga kepala desa setempat serta salah satu ketua pemuda diduga menerima suap dari pemilik gudang rongsok sehingga laporan masyarakat tidak ditindaklanjuti. Meski demikian, dugaan tersebut masih berupa keterangan warga dan hingga saat ini belum terdapat bukti konkret.
Dengan kondisi tersebut, warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, dinas lingkungan hidup, pihak kecamatan, hingga aparat penegak hukum untuk turun langsung melakukan pengecekan. Masyarakat meminta agar aktivitas gudang rongsok ditertibkan atau diberikan solusi terbaik yang tidak merugikan warga, termasuk memastikan lingkungan kembali aman, sehat, dan layak huni.
Warga juga menekankan bahwa persoalan ini bukan hanya soal ketidaknyamanan, tetapi sudah menyentuh aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat, terutama bagi anak-anak dan lansia yang rentan terdampak kondisi lingkungan tidak sehat.
Sebelum berita ini ditayangkan dan dipublikasikan, kami selaku awak media telah berupaya melakukan konfirmasi atas aduan warga tersebut kepada Kepala Desa Bojonggenteng melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan maupun jawaban resmi yang diberikan.
Warga berharap pemerintah tidak menutup mata dan segera mengambil langkah tegas agar masalah ini tidak semakin berkepanjangan dan lingkungan kembali kondusif bagi kehidupan masyarakat sekitar.
Red
















Users Today : 367
Users Yesterday : 350
Users Last 7 days : 4393
Users This Month : 11443