Indramayu, Delikkasus86.com — Mewakili Bupati Indramayu Lucky Hakim yang berhalangan hadir, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Indramayu Dr. H. Caridin, S.Pd., M.Si., hadiri acara Simposium Pendidikan Indonesia bertajuk “Transformasi Revolusioner Pendidikan Berasrama yang Terintegrasi Demi Terwujudnya Indonesia Modern di Abad XXI dan Usia 100 Tahun Kemerdekaan”.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin, Ma’had Al Zaytun, Blok Sandrem, Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu pada Senin (1/6/2026) bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.
Kadisdikbud Kabupaten Indramayu Dr. H. Caridin, S.Pd., M.Si., mengaku terkesan dengan berbagai gagasan dan hasil kajian yang dipresentasikan para profesor mengenai arah pembangunan pendidikan nasional di masa depan.
“Saya ditugaskan oleh Pak Bupati untuk menghadiri Simposium Pendidikan Indonesia. Alhamdulillah, tadi kita melihat berbagai hasil kajian dari para profesor yang sangat bagus sekali untuk mendukung bagaimana pendidikan Indonesia ke depan harus lebih baik,” ujar Kadisdikbud Kabupaten Indramayu.
Menurutnya, forum tersebut menghadirkan banyak gagasan visioner yang dapat menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam menyusun kebijakan pendidikan yang mampu menjawab tantangan global.
Ia menegaskan bahwa, seluruh hasil simposium akan disampaikan kepada Bupati Indramayu sebagai bahan masukan dalam pengembangan pendidikan daerah.
“Ini merupakan hasil kajian dari beberapa profesor perguruan tinggi di Indonesia terkait inovasi dan gagasan kemajuan pendidikan. Tidak hanya penting untuk Indramayu, tetapi juga untuk Indonesia,” katanya.
Salah satu gagasan utama yang menjadi perhatian dalam simposium itu adalah pembangunan 500 pusat pendidikan berasrama berbasis Kurikulum L-STEAMS (Law, Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, and Spiritual) yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, karakter, dan spiritualitas dalam satu ekosistem pendidikan modern.
Bagi Caridin, konsep pendidikan berasrama memiliki relevansi kuat dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, terutama di tengah derasnya pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi digital.
“Sekarang banyak tantangan bagi anak-anak, mulai dari media sosial hingga permainan gim yang membuat fokus belajar berkurang. Dengan pendidikan berasrama, pembinaan pendidikan akan lebih terfokus sehingga kualitas pendidikan bisa menjadi lebih baik,” jelasnya.
Ia juga menilai konsep pendidikan yang dikembangkan Al-Zaytun memiliki visi yang sejalan dengan arah pembangunan pendidikan nasional yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada pembentukan karakter.
“Ternyata Al-Zaytun juga memiliki visi yang sejalan dalam memberikan pelayanan pendidikan yang terintegrasi dan visioner,” ungkap Dr. H. Caridin kepada awak media.
Di akhir kegiatan, Caridin turut menyampaikan harapan dan do’a agar perjuangan pendidikan yang digagas Al-Zaytun dapat terus berlanjut demi masa depan bangsa.
“Semoga beliau selalu sehat dan perjuangan pendidikan ini jangan sampai terhenti. Pendidikan harus terus diperjuangkan agar menjadi lebih baik,” pungkas Kadisdikbud Kabupaten Indramayu. (kmd)
















Users Today : 378
Users Yesterday : 683
Users Last 7 days : 3088
Users This Month : 1477