Tanjung Priok Makin Rawan: Pengusaha Tanya Kehadiran Polisi, Evaluasi Kinerja Diminta

DK86- BREAKING NEWS

JAKARTA UTARA – delikkasus86.com Keresahan mendalam kembali dirasakan pengusaha angkutan barang di kawasan vital Tanjung Priok. Maraknya pencurian aki dan pemotongan kabel pada truk kontainer, terutama saat terjebak kemacetan, dinilai belum tertangani secara tuntas oleh aparat.

Meski Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok pernah membongkar sindikat serupa pada Mei 2026, kejahatan ini tetap berulang dan mengancam keselamatan kendaraan maupun kelancaran distribusi logistik. Risiko kerusakan pada truk pendingin (reefer) serta nilai jual tembaga pada kabel menjadi daya tarik pelaku.

Pengamat transportasi, Tongam Frisdon Nainggolan, menegaskan kawasan ini membutuhkan perlindungan pencegahan, bukan sekadar penanganan pasca-kejadian. “Polisi harus memetakan titik rawan, memutus jaringan penadah, dan membongkar aliran hasil curian, tidak hanya menangkap pelaku lapangan,” ujarnya.

Terkait informasi dugaan keterkaitan pelaku dengan penyalahgunaan obat seperti tramadol, hal ini dinilai perlu diselidiki lebih lanjut untuk mengetahui keterkaitannya.

Pengusaha menekankan telah membayar pajak dan berkontribusi pada ekonomi nasional, sehingga berhak mendapatkan rasa aman yang nyata. “Polres dan Polsek Jakarta Utara harus dievaluasi kinerjanya jika keresahan terus berlanjut. Hadirlah sebelum korban berjatuhan,” tegas Tongam.

Kawasan Tanjung Priok sebagai urat nadi logistik nasional menuntut kehadiran aparat yang efektif dan terukur, bukan sekadar pernyataan keamanan yang terkendali.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *