Di Ujung Perbatasan, Polres Belu Rayakan HUT ke-80 dengan Syukur dan Janji Pelayanan Humanis

DK86- BREAKING NEWS

Belu, Delikkasus86.com – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti lobi Mapolres Belu, Rabu (1/7/2026). Usai rangkaian upacara formal peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Belu memilih menutup perayaan tahun ini dengan acara syukuran sederhana namun bermakna. Momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi mendalam bagi institusi “Bhayangkara” di wilayah tapal batas RI-RDTL untuk mengevaluasi diri dan memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat.

Acara syukuran tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan utama Polres Belu, termasuk Kapolres AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H., S.I.K., beserta istri Ketua Bhayangkari Cabang Belu Ny. Asti Astawa, Wakapolres Kompol Lorensius, S.H., S.I.K., serta Wakil Ketua Bhayangkari Ny. Marisa Loren. Kehadiran mereka disambut oleh para pejabat utama, Kapolsek jajaran, perwira staf, Brigadir, ASN Polri, dan anggota Bhayangkari.

Keberadaan Polres Belu sebagai garda terdepan keamanan di perbatasan tidak berjalan sendiri. Acara ini juga turut dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci daerah, mulai dari Bupati Belu Willybrodus Lay, SH, unsur Forkopimda Plus Kabupaten Belu, perwakilan TNI (Wadanyon A Pelopor Atambua, Danki KIKAV KKA Atambua), Kasubden POM Atambua, hingga para pimpinan BUMD, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, pemuda, purnawirawan Polri, dan insan pers.

Sinergi Kunci Keamanan Tapal Batas

Dalam kesempatan bincang-bincang dengan awak media, Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi solid yang telah terbangun. Ia menekankan bahwa keamanan di wilayah perbatasan yang sensitif seperti Belu hanya dapat terwujud melalui sinergi multipihak.

“Kami mewakili keluarga besar Polres Belu menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh tamu dan undangan, baik dari Pemerintah, rekan-rekan TNI, Brimob, dan mitra kerja lainnya. Atas kehadiran dan support selama ini dalam bersinergi mendukung kami melaksanakan tugas pokok demi mewujudkan harapan masyarakat untuk Belu yang selalu aman dan kondusif,” ujar AKBP Eka.

Tak lupa, orang nomor satu di Polres Belu ini juga membuka ruang introspeksi dengan menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi, baik dalam interaksi sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas lapangan.

“Tentunya sebagai pimpinan, saya mewakili permohonan maaf dari seluruh rekan-rekan saya, baik Polri, ASN, maupun Bhayangkari. Bilamana ada momen atau kegiatan dengan seluruh elemen di mana terdapat salah dan kekurangan dari kami, mohon dimaklumi,” tambahnya dengan nada rendah hati.

Evaluasi Diri Menuju Pelayanan Optimal

Peringatan HUT Bhayangkara ke-80 kali ini dimaknai sebagai momentum evaluasi internal. Mantan Kapolres Lembata ini menegaskan bahwa Polres Belu berkomitmen untuk terus memperbaiki celah-celah kelemahan agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal, responsif, dan profesional.

Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, tantangan keamanan di Belu memiliki kompleksitas tersendiri. Oleh karena itu, pendekatan humanis menjadi kunci utama dalam setiap tindakan kepolisian.

“Kami ingin menjadikan Hari Bhayangkara ini sebagai momentum perbaikan agar ke depan pelayanan Polri semakin baik dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Komitmen kami adalah melaksanakan tugas secara profesional, namun tetap humanis. Kami akan terus mengedepankan pelayanan kepada masyarakat dan lebih responsif dalam menangani setiap laporan,” tegasnya.

Kapolres Eka juga menyinggung pesan Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto, tentang pentingnya menjaga kepercayaan publik. Kepercayaan ini, menurutnya, dibangun melalui kinerja nyata dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum yang adil dan transparan.

“Kami menekankan kepada seluruh anggota agar menjalankan tugas sesuai prosedur, tidak melakukan pelanggaran SOP, maupun tindakan sewenang-wenang terhadap masyarakat. Dengan demikian, pelayanan keamanan dapat berjalan optimal dan harapan masyarakat dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Polres Belu juga berjanji akan terus hadir di tengah masyarakat melalui langkah-langkah preemtif dan preventif. Melalui komunikasi dialogis, polisi berupaya menyerap aspirasi dan informasi kamtibmas, sekaligus mengamankan setiap aktivitas warga agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Simbol Harapan dalam Potongan Tumpeng

Acara syukuran yang dipandu oleh AIPTU Anton Manek Nesi, S.IP., dan Brigpol Ande Beis, S.Kom., ditutup dengan tradisi pemotongan tumpeng. Tumpeng tersebut dipotong oleh Bupati Belu Willybrodus Lay, didampingi Kapolres Belu dan Ketua Bhayangkari Cabang Belu.

Momen ini memiliki makna filosofis tersendiri. Potongan tumpeng pertama diberikan kepada anggota tertua, Kasi Hukum Kompol Wilhelmus Fahik, S.H. (57 tahun 11 bulan), sebagai simbol penghormatan terhadap pengalaman dan dedikasi panjang. Sementara itu, potongan berikutnya diberikan kepada anggota termuda, Brigadir Polisi Dua (Brigada) Fransiskus Roy Hurin dari satuan Samapta (20 tahun 8 bulan), sebagai simbol estafet regenerasi dan semangat muda dalam mengawal masa depan kepolisian.

Dengan semangat baru di usia ke-80, Polres Belu siap melangkah maju, membawa misi kemanusiaan dan profesionalisme untuk menjaga kedaulatan dan ketertiban di tanah perbatasan.

Reporter EDMUNDUS KEHI

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *