Diduga Bahan Pangan Di Dapur MBG Yayasan Bhakti Rasa Nusantra, Mera,Up Keuntungan Besar Aktivis Yaverma Desak Audit Terbuka

DK86- BREAKING NEWS

Lebak Delikkasus86 86 com bogor/ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas untuk membantu pemenuhan gizi bumil, lansia, balita, Masyarakat tegalwangi menyoroti dapur MBG tegalwangi Kecamatan Jasinga kabupaten Bogor Jawa Barat,11 , 03, 2026

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi ibu hamil kini tengah menjadi sorotan warganet di media sosial. Hal ini dipicu oleh beredarnya foto paket makanan yang dinilai jauh dari standar kesehatan dan gizi seimbang, terutama untuk menekan angka stunting di Indonesia.

Ibu hamil, bersama ibu menyusui dan balita, merupakan target prioritas dari 2,4 juta penerima manfaat yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) pada tahun 2025. Namun, realita di lapangan selama Ramadan 2026 ini justru menunjukkan potret yang memprihatinkan.

Sejumlah kalangan mempertanyakan dugaan penggelembungan harga bahan pangan dalam operasional dapur MBG yayasan Bhakti rasa nusantra yang dinilai berpotensi merugikan keuangan negara sekaligus berdampak pada kualitas makanan bagi penerima manfaat.

Isu tersebut mencuat setelah muncul informasi dari sejumlah pihak yang menilai harga beberapa komoditas bahan pangan yang digunakan dalam program tersebut diduga tidak sebanding dengan harga pasar.

Perbedaan harga yang cukup mencolok memunculkan kecurigaan adanya praktik yang kurang transparan dalam proses pengadaan bahan makanan, Susu kotak 1, Apel tiga biji, Jeruk Lima Biji, Roti Tiga Biji yang di bungkus plastik,

Ketua Yaverma kemed, Mengatakan bahwa program yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat seharusnya dikelola secara terbuka dan akuntabel, sehingga tidak menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.

“Program makanan bergizi ini menyangkut kepentingan masyarakat luas. Jika benar ada indikasi penggelembungan harga bahan pangan, tentu hal ini harus segera ditelusuri agar tidak merugikan publik,” ujar kemed

Menurutnya, beberapa informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lapangan menunjukkan adanya perbedaan harga bahan pangan,Di sekolahan maupun di posyandu, yang dinilai tidak wajar dibandingkan dengan harga yang beredar di pasaran,

Menurut, Kemed, menilai menu makanan gizi untuk anak berbagai sekolah, khusus nya di kecamatan jasinga saya rasa satu menu harga nya kurang dari 10 rebu, Seharusnya satu menu dengan harga 15 rebu, itu tidak bisa lagi di kurangi, Namun saya sangat menyangkan pihak pihak oknum pengelola MBG, Meraup keuntungan besar, Ujarnya, kemed, (Red mad)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *