SEKAYU || Delikkasus86.com – Mengawali tahun 2026 dengan tensi tinggi, Ketua Umum Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI), Reno Triyono, melakukan inspeksi mendadak sekaligus konsolidasi strategis ke Bumi Serasan Sekate, Minggu (05/01/2026). Kedatangannya membawa pesan tunggal yang tajam: Pers tidak boleh diintervensi oleh kekuatan mana pun.
Dalam rapat internal yang digelar di Sekayu, Reno Triyono yang menyandang gelar praktisi hukum dan komunikasi tersebut, menegaskan bahwa posisi tawar jurnalis di bawah bendera AKPERSI harus tetap tegak lurus pada kode etik, tanpa rasa takut terhadap tekanan eksternal.
Pernyataan paling krusial dalam pertemuan tersebut adalah komitmen “pasang badan” dari sang Ketua Umum. Reno tidak main-main dalam mengingatkan aparat penegak hukum maupun instansi pemerintah dan swasta agar menghormati kerja-kerja jurnalistik anggotanya.
Saya sudah tegaskan ini di level Kapolri, Kapolda, hingga jajaran pemerintah: Jangan sekali-kali mencoba mengusik atau mengintervensi anggota saya. Jika itu terjadi, saya sendiri yang akan turun langsung melakukan pembelaan,” ujar Reno dengan nada bicara yang lugas di hadapan jajaran DPC AKPERSI Musi Banyuasin.
Menurutnya, keberanian jurnalis seringkali layu karena merasa sendirian saat menghadapi konflik. Kehadirannya di Sekayu bertujuan untuk memutus mata rantai ketakutan tersebut dan memastikan bahwa organisasi adalah benteng hukum yang kokoh.
Restrukturisasi dan Standarisasi Kompetensi 2026 Selain isu perlindungan, Reno juga menginstruksikan “pembersihan” internal melalui revisi keanggotaan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA) AKPERSI bukan sekadar nama, melainkan jurnalis yang kompeten dan memahami aspek hukum pers.
Ada empat poin strategis yang menjadi mandat utama bagi DPC Muba di tahun 2026.
Penajaman program kerja DPC agar lebih berdampak pada masyarakat.
Penyaringan ulang anggota untuk menjaga marwah organisasi dari oknum yang tidak bertanggung jawab.
Digitalisasi KTA: Pembaruan identitas resmi sebagai instrumen kontrol organisasi.
Akselerasi Agenda Pusat: Sinkronisasi program nasional ke tingkat daerah.
Kedatangan Ketum AKPERSI ini disambut sebagai momentum kebangkitan bagi jurnalis di Musi Banyuasin. Salah satu anggota DPC menyebutkan bahwa arahan ini merupakan suntikan moral yang selama ini dibutuhkan di tengah tantangan profesi yang kian kompleks.
Pertemuan yang berlangsung hangat namun tetap berwibawa ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga soliditas. Dengan visi “Dari Sabang sampai Merauke”, AKPERSI memposisikan diri bukan sekadar sebagai wadah berkumpul, melainkan sebagai ekosistem perjuangan hak-hak jurnalis di era modern.
Akpersi Muba.
Editor: DK86.com-amir makmun, ST.,C.I.L.J
















Users Today : 536
Users Yesterday : 574
Users Last 7 days : 4688
Users This Month : 12753