Pemkab Sikka Resmi Tetapkan Status Darurat Pasca Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki- Laki Di Flotim

DK86- BREAKING NEWS

Maumere, DekikKasus86. Com. – Pemerintah Kabupaten Sikka secara resmi menetapkan Status Keadaan Darurat Bencana akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur ( Flotim) yang terjadi pada selasa 17/6/2025 kemarin.

Penetapan ini diumumkan langsung oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago dalam rapat koordinasi bersama seluruh unsur Forkopimda yang digelar di Kantor Bupati, Kamis (19/6/2025).

Penetapan status darurat ini berlaku selama 14 hari, mulai 19 Juni hingga 4 Juli 2025 sesuai dengan penetapan tanggap darurat Nasional, menyusul dampak signifikan dari erupsi besar yang terjadi pada Selasa (17/6) pukul 17.35 Wita yang menyebar luas ke wilayah Kabupaten Sikka.

Rapat ini dihadiri unsur Forkopimda dan jajaran OPD, termasuk Wakil Bupati Ir. Simon Subandi Supriadi, Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi, Sekda Adrianus Firminus Parera, Danlanal Maumere, Dandim 1603/Sikka, Wakapolres Sikka, BMKG, Kejari, Basarnas, serta kepala dinas terkait.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas gerak cepat semua unsur dalam merespons bencana. Bupati menyatakan bahwa erupsi kali ini merupakan salah satu yang paling besar dalam sejarah Gunung Lewotobi, “ujar Bupati.

Lanjut Bupati, penetapan status darurat sangat penting untuk mempermudah koordinasi, mobilisasi sumber daya, serta percepatan penanganan tanggap darurat.

Pelaksana Tugas ( Plt)Kepala BPBD Kabupaten Sikka, Johanes B.C. Putu Botha dalam rapat koordinasi itu melaporkan aktivitas vulkanik masih fluktuatif. Sebaran abu menyebabkan pencemaran sumber air, gangguan kesehatan, dan kerusakan lahan pertanian. Beberapa wilayah terdampak paling parah di antaranya adalah Kecamatan Talibura, Waigete, Waiblama, Doreng, dan Mapitara.

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Petrus Herlemus menyoroti perlunya koordinasi dengan PDAM terkait kualitas air, penanganan tanggap darurat dengan melakukan pembagian masker kepada warga masyarakat yang terdampak sebaran debu vulkanik.

Sementara itu, Kadis Pertanian Yoh. E. Satriawan meminta percepatan distribusi benih hortikultura akibat rusaknya tanaman oleh abu vulkanik.

BMKG menyatakan dalam waktu dekat belum ada potensi hujan di wilayah Sikka, namun hujan diperkirakan mulai turun pada awal Juli.

Wakapolres Sikka Kompol Nofi Posu dan Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Deny Ariesta Permana sepakat bahwa dampak erupsi nyata dan perlu penanganan cepat, termasuk dalam hal evakuasi dan distribusi logistik melalui pos-pos terdekat.

Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi juga mengingatkan pentingnya koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat, khususnya dalam hal infrastruktur jalan yang terdampak. Ia juga menyoroti dampak terhadap pendidikan dan kesehatan anak-anak.

Penulis : Jusuf Porwaila SH.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *