Maumere, DelikKasus86.com – Persoalan kesehatan jiwa masih menjadi tantangan besar di Kabupaten Sikka. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka tahun 2024 mencatat sebanyak 1.220 orang dengan disabilitas psikososial (ODDP) atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), dengan kasus bunuh diri mencapai 12 kasus. Dari jumlah tersebut, 1.045 orang (85,66%) masuk kategori berat, dan sekitar 471 orang (45,10%) belum mendapat layanan kesehatan standar.

Tak hanya itu, masih terdapat 48 ODDP yang mengalami pasung, baik pasung rumah aman (41 orang) maupun pasung kayu (7 orang). Sementara itu, upaya deteksi dini terus dilakukan. Tahun 2024, skrining kesehatan jiwa dilakukan terhadap 21.205 orang berusia 15 tahun ke atas. Hasilnya, 848 orang atau sekitar 4% teridentifikasi mengalami masalah kejiwaan dan masuk kategori Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK).
Namun, persoalan kesehatan jiwa di Sikka masih diperberat sejumlah faktor, antara lain: masih kuatnya stigma negatif di masyarakat, minimnya pengetahuan tentang kesehatan jiwa, keterbatasan pelayanan, anggaran yang belum memadai, serta lemahnya kolaborasi lintas sektor.
Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sikka membentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) sesuai amanat undang-undang. TPKJM hadir untuk menjalankan empat peran penting, yakni promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Saat ini, TPKJM telah terbentuk di tingkat kabupaten dan di lima kecamatan dampingan Projek BERSAHAJA.
Untuk memperkuat peran tersebut, digelar kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas Pengurus TPKJM, khususnya tim Kuratif, yang difokuskan pada penemuan kasus kesehatan jiwa melalui metode skrining dan sistem rujukan dari desa/kelurahan hingga ke rumah sakit.

Kegiatan ini berlangsung pada 27–28 Agustus 2025 di Aula Puskopdit Swadaya Utama, Maumere, dengan melibatkan 40 peserta dari unsur TPKJM Kabupaten, perwakilan Kodim, Polres, Pol PP, Dinas Sosial, Puskesmas, unsur kecamatan, desa/kelurahan, hingga tenaga kesehatan RSU St. Elisabeth Lela.
Fasilitator kegiatan adalah dr. Petrus Agustinus Seda Sega, MM, Sp.KJ yang membawakan materi tentang Mekanisme Rujukan Kesehatan Jiwa serta pentingnya koordinasi lintas sektor, serta tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka yang menyampaikan materi tentang skrining kesehatan jiwa dan prosedur rujukan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka melalui kepala bidang Sumber daya dan Kesehatan Margaretha Endang Setya Wati, S.ST hadir dan membuka kegiatan ini , menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pengurus TPKJM. “Dengan penguatan kapasitas ini, kami berharap 40 pengurus TPKJM yang ikut pelatihan dapat melakukan skrining secara mandiri dan mampu merujuk ODDP sesuai standar prosedur yang ada, sehingga pelayanan kesehatan jiwa di Kabupaten Sikka semakin baik,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Sikka berharap layanan kesehatan jiwa bisa lebih mudah diakses, stigma negatif terhadap ODDP semakin berkurang, serta masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari keberadaan TPKJM yang akan dilakukan melalui 4 upaya kesehatan Jiwa yaitu Promotif, Preventif, kuratif dan rehabilitatif.
Penulis : Jusuf Porwaila SH
















Users Today : 372
Users Yesterday : 562
Users Last 7 days : 4392
Users This Month : 12671