ACEH UTARA — Jejak sejarah Islam di Aceh kembali menjadi sorotan. Sebuah situs yang diduga berkaitan dengan peradaban Islam dan Kesultanan Samudra Pasai ditemukan di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara.
Temuan tersebut mengundang perhatian karena di lokasi ditemukan sejumlah makam kuno yang kondisinya disebut telah mengalami kerusakan. Berdasarkan penelusuran awak media pada Sabtu (29/8/2026), sebagian makam hanya menyisakan puing-puing nisan di tengah kawasan perkebunan yang digunakan untuk aktivitas penanaman sawit oleh PT Perkebunan Nusantara IV Regional VI Cot Girek.
Tak hanya makam, sejumlah serpihan benda kuno juga ditemukan di sekitar lokasi. Di antaranya berupa pecahan guci dan piring tua yang diduga memiliki nilai sejarah dan arkeologis.
Peneliti Center for Information of Samudra Pasai Heritage (CISAH), Sukarna Putra, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada 22 Juni 2026.
Dalam peninjauan tersebut, peneliti menemukan sebuah artefak batu berinskripsi aksara Arab. Tulisan pada artefak tersebut memuat untaian doa yang berbunyi:
“Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.”
Berdasarkan kajian awal terhadap tipologi bentuk serta karakter aksara, artefak tersebut diperkirakan berasal dari sekitar abad ke-9 Hijriah atau abad ke-15 Masehi.
Jika perkiraan tersebut nantinya terbukti melalui penelitian ilmiah, temuan ini dapat menjadi bagian penting dalam mengungkap jejak perkembangan Islam dan aktivitas masyarakat pada masa Kesultanan Samudra Pasai, yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan penyebaran Islam penting di Asia Tenggara.
CISAH mendorong agar temuan tersebut segera mendapatkan penelitian lebih lanjut dari instansi berwenang, termasuk kajian arkeologi untuk memastikan usia, identitas, fungsi, serta konteks sejarah situs.
Kondisi makam dan artefak yang berada di kawasan perkebunan juga menjadi perhatian. Perlindungan terhadap situs dinilai penting agar aktivitas ekonomi tidak menyebabkan hilangnya jejak sejarah yang kemungkinan memiliki nilai penting bagi sejarah Aceh dan Indonesia.
Kini pertanyaannya, apakah kawasan tersebut menyimpan jejak sejarah Samudra Pasai yang selama ini belum terungkap?
Untuk memastikan hal tersebut, diperlukan penelitian dan dokumentasi secara menyeluruh oleh pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi di bidang arkeologi serta pelestarian cagar budaya.
















Users Today : 668
Users Yesterday : 911
Users Last 7 days : 5760
Users This Month : 1579