
Muara Enim –
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Membara kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Muara Enim, Kamis, 22 Januari
2026.
Aksi tersebut menuntut Kejari Muara Enim segera menetapkan Ketua KONI beserta pihak-pihak terkait sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi dana hibah KONI.

Dalam aksinya, massa menyoroti lambannya penanganan perkara yang hingga kini telah berjalan lebih dari tiga bulan tanpa kejelasan hukum.
Jawaban pihak Kejari Muara Enim dinilai stagnan, karena masih menunggu hasil audit kerugian negara dari BPKP.
Menarik perhatian, Kepala Kejaksaan Negeri Muara Enim yang baru menjabat sekitar dua pekan sudah dihadapkan pada aksi demonstrasi terkait sejumlah kasus yang belum terselesaikan di wilayah Muara Enim.
Usai massa menyampaikan tuntutan, Kasi Pidsus Kejari Muara Enim akhirnya menemui peserta aksi.
Ia kembali menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP.
Namun, pernyataan tersebut memicu kekecewaan massa, karena dinilai sama persis dengan jawaban yang disampaikan saat aksi serupa oleh masyarakat Petulai tiga bulan lalu.
Aksi dibuka dengan orasi dari Wahyu, selaku Koordinator
Aksi.
Dalam orasinya, Wahyu menyampaikan lima poin tuntutan, salah satunya mendesak penetapan tersangka segera dilakukan.
“Kerugian negara yang kami sampaikan mencapai Rp 8,5 miliar bukan tanpa dasar.
Kami berbicara berdasarkan data dan fakta,” tegas Wahyu.
Ia juga mempertanyakan kinerja BPKP yang hingga hampir enam bulan belum menyampaikan hasil audit secara resmi.
“Ini menjadi tanda tanya besar. Aneh jika audit BPKP belum juga selesai dan belum dilimpahkan ke Kejari Muara Enim,” tambahnya.
Aliansi Membara memberikan batas waktu hingga Senin mendatang kepada Kejari Muara Enim untuk menyampaikan klarifikasi resmi kepada publik.
Apabila tuntutan tersebut tidak direspons, massa mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar, serta memindahkan aksi ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.
Usai menyampaikan tuntutan, massa aksi meninggalkan Kantor Kejari Muara Enim dan membubarkan diri dengan tertib.














Users Today : 325
Users Yesterday : 886
Users Last 7 days : 6320
Users This Month : 3502