Murung Raya, Delikkasus86.com — Sejumlah warga Desa Olung Uluh, Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, melaporkan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana desa ke aparat penegak hukum. Laporan tersebut berkaitan dengan adanya dugaan pemotongan honor perangkat desa serta penggunaan dana desa yang tidak transparan.
Menurut keterangan salah seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan, pemotongan honor tersebut diduga dilakukan oleh oknum kepala desa bersama sejumlah pihak yang terlibat dalam pengelolaan dana desa.
“Dana desa cukup besar, tapi hasil pembangunan di lapangan sangat minim dan tidak sesuai dengan spesifikasi maupun volume yang tertulis di dokumen kegiatan,” ujarnya kepada awak media, Minggu (3/11/2025).
Warga lainnya juga menyebut bahwa sejumlah kegiatan yang tercantum dalam laporan pertanggungjawaban diduga fiktif.
“Contohnya pengadaan ambulans desa, padahal lokasi desa berada di tepi sungai dan tidak memiliki akses jalan darat. Namun, dalam SPJ disebutkan ada pengadaan ambulans. Ini aneh dan patut diselidiki,” ungkap sumber lain yang juga meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, warga menduga praktik penyimpangan tersebut melibatkan beberapa pihak, termasuk oknum di tingkat kecamatan, inspektorat, pendamping desa, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Murung Raya. Pasalnya, setiap kali ada pemeriksaan, hasilnya disebut selalu “baik” meski pembangunan di lapangan tidak tampak.
Tim media Delikkasus86.com berupaya mengonfirmasi hal ini ke pihak kecamatan, namun panggilan telepon dan pesan singkat yang dikirim belum mendapatkan balasan. Upaya konfirmasi ke Inspektorat Kabupaten Murung Raya juga belum membuahkan hasil karena kepala inspektorat dikabarkan sedang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah.
Sementara itu, nomor kontak pendamping desa yang coba dihubungi juga belum aktif hingga berita ini diterbitkan.
Kasus ini menambah panjang daftar dugaan penyimpangan penggunaan dana desa di Kabupaten Murung Raya yang sebelumnya juga menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap aparat penegak hukum dan pihak terkait segera turun tangan melakukan audit menyeluruh agar pengelolaan dana desa dapat lebih transparan dan akuntabel. (HG)
















Users Today : 0
Users Yesterday : 569
Users Last 7 days : 4721
Users This Month : 12786